2016: My Life in A Nutshell

Hampir setahun blog ini tidak pernah diupdate. Dorman lama banget. Tahun lalu aja postnya cuma 2 biji. In term of blogging, last year was the most unproductive year so far. Alasannya utamanya klasik, ndak ada waktu. Sekalinya ada waktu senggang sedikit, udah ndak ada tenaga. Udah ndak ada semangat nulis apa-apa.

Sekarang sedang mulai ingin rutin nge-blog lagi. Terapi meracau di halaman sendiri ini sebenarnya cukup menyenangkan dan bermanfaat untuk menjaga agar tetap waras di dunia nyata. Post ini supposed to be pembayaran hutang atas betapa tidak produktifnya pengisian blog ini tahun lalu. Supaya anak-cucu gue tetap bisa tau, ngapain aja orang tuanya ini di tahun 2016.
~~

Ibarat chapter buku, 2016 adalah permulaan dari salah satu chapter yang cukup penting dalam hidup gue: karier. Setelah diberi keputusan untuk lulus dari IPB di Q4 2015 dan dilepas saat wisuda Januari 2015, alhamdulillah Allah langsung memberikan jalan untuk gue mengabdi di salah satu institusi umat: Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika MUI (LPPOM MUI)
Delmar Zakaria Firdaus, STP dan keluarga :)

Dan ada banyak banget orang yang tidak bisa membedakan antara LPPOM dengan BPOM. Dulu zaman gue di kampus, orang-orang juga gak bisa membedakan antara IPB dan ITB. Dibilangnya IPB di Bandung. Hidup gue penuh dengan mispersepsi orang lain.

Logo BPOM (kiri) dan logo LPPOM MUI (kanan). Sering orang tertukar karena secara verbal sama-sama ada akhiran POM-nya

In a nutshell, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) adalah lembaga pemerintah, berada langsung di bawah presiden dengan tupoksi pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan di Indonesia. sementara LPPOM (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-batan dan Kosmetika) adalah lembaga non-pemerintah, ada di bawah MUI dengan tupoksi sertifikasi produk halal. Meski beda, kedua lembaga ini tetap bekerja sama terkait dengan izin pelabelan halal yang hanya bisa dikeluarkan oleh BPOM.

Tugas gue di LPPOM adalah sebagai Staf Auditor Tetap. Double job sebagai staf harian LPPOM MUI dan juga sebagai auditor halal LPPOM MUI. Sehari-hari ngantor sebagai staf harian dan dalam beberapa hari di setiap pekan ditugaskan untuk audit ke perusahaan.

Staf harian ndak perlu diceritakan lah ya. Usual stuff. Audit halal ini yang menarik untuk diceritakan. Coba dijelaskan dari awal deh ya, biar nyambungnya enak.

MUI menugaskan dua lembaga dalam melaksanakan proses sertifikasi halal, yakni LPPOM MUI dan Komisi Fatwa (KF). Kedua lembaga ini memiliki latar belakang personil yang berbeda. Komisi Fatwa (KF) MUI berisikan para kiai dan ulama syariah, sementara LPPOM MUI berisikan ilmuwan dan insinyur yang berhubungan dengan keilmuan terkait POM (pangan, obat dan kosmetika)

Dua lembaga ini ditugaskan karena halal adalah perpaduan antara syariah dan sains. Batasan-batasan antara halal dan tidak halal diberikan oleh ulama syariah berdasarkan Al-Quran dan hadits, dan diterjemahkan secara teknis dalam batasan angka dan variabel tertentu. Pun sebaliknya, ulama syariah akan mendengarkan persaksian dari ilmuwan sebagai basis untuk menentukan status kehalalan dari sesuatu hal. 

Contohnya adalah mengenai penentuan status kehalalan kepiting, yang diputuskan dengan juga memperhatikan pendapat ahli perikanan dari FPIK IPB (lihat dokumen fatwa kepiting MUI di halaman ini)
Fatwa kehalalan kepiting, perpaduan antara sisi syariah dan sisi ilmiah

Scientific assessment inilah yang menjadi tugas dari seorang auditor halal, untuk kemudian diterjemahkan menjadi sesuatu yang lebih mudah dimengerti oleh Komisi Fatwa dalam memutuskan status kehalalan produk. Misalkan pada produksi MSG (micin) melalui proses mikrobial, tentu bukan hal yang sederhana untuk dipahami oleh awam, sehingga proses tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa yang lebih sederhana dan dengan menggunakan fatwa-fatwa yang sudah dikeluarkan terdahulu, ditentukan di mana letak titik kritis kehalalan produk tersebut.


Simplified flowchart dari pembuatan micin. Walau kabarnya micin bikin bego, percayalah yang bikin micin bukan orang bego. Susah bos bikinnya.

Karena bertugas sebagai saksi ulama, maka auditor halal secara praktik melakukan pengumpulan data dan observasi lapang. Mulai dari data bahan yang mereka gunakan, formula produk dan berbagai data perusahaan lainnya yang mayoritas bersifat confidential. Auditor apapun sepertinya sih sama ya, berhubungan dengan banyak rahasia perusahaan.

Pekerjaan ini benar-benar menyenangkan. Ilmunya banyak banget. Setiap kali audit dapat ilmu baru, dan dalam beberapa kasus tertentu bahkan bersentuhan langsung dengan aplikasi teknologi yang paling mutakhir di industri. Ndak cuma ilmu sains, kita juga belajar how to deal with people dalam kerangka teknik audit. Gimana caranya supaya auditee tenang, kalem, tidak bersikap defensif, dan terbuka dengan auditornya. Gimana caranya mengendus jika auditee bohong, hingga mendeteksi dokumen palsu.

Sejauh ini gue sama sekali gak ada niatan untuk berhenti dari pekerjaan ini. Dulu gue pernah denger ada beberapa kriteria pekerjaan idaman, antara lain membuka kesempatan untuk belajar, membuka kesempatan untuk ibadah, dan membuka kesempatan membangun jaringan. Semuanya alhamdulillah ada di pekerjaan yang gue kerjakan saat ini. Alhamdulillah :)

Hal lain yang gue baru rasakan ketika mengabdi di LPPOM adalah mengenai sorotan media. Ini adalah kali pertama gue berada di sebuah institusi yang sering banget jadi sorotan media, dan sorotan hoax. Isu halal ini sensitif banget di Indonesia, bahkan kalau dilihat dari sejarahnya, LPPOM memang didirikan untuk meredam isu lemak babi di tahun 1989. 

Cerita mengenai sorotan media dan hoax ini akan coba gue tuliskan di kesempatan berikutnya. Soalnya banyak banget :p
~~

Selain karir, rasanya ndak banyak yang bisa gue ceritakan mengenai hidup sepanjang tahun 2016. Karena memang inilah chapter utama yang benar-benar baru dijalani di tahun lalu. 

Misi yang lain selain karir di tahun lalu adalah menyeimbangkan hidup. Seimbang antara fisik, rohani, dan keilmuan, yang sepatutnya menjadi misi seumur hidup. Olahraga, ngaji, baca buku, dan belajar ilmu-ilmu lainnya. Sekalian persiapan studi master yang sampai sekarang masih entah kapan mau diambil. Semoga sibuk bekerja tidak menjadikan kita orang yang enggan dalam melanjutkan studi.

Dan semoga di tahun 2017 ini terbuka chapter baru lainnya: bangun rumah tangga :)

POSTED IN , ,
DISCUSSION 1 Comment

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)