Yotsuba-chan! :3

Akhir-akhir ini saya suka baca manga lagi. Kemarin waktu menentukan judul apa yang akan saya download dengan referensi Goodreads, ketemulah judul Yotsuba, yang juga didapuk sebagai manga terbaik di genre slice of life manga di Goodreads.
Yotsuba-chan! :3
Yotsuba ini komiknya lucu banget. Ceritanya tanpa plot, tapi bukan berarti ngebosenin. Setiap lembarnya cuma nyeritain kehidupan anak kecil yang namanya Yotsuba. Yotsuba tinggal berdua sama ayahnya, Koiwai, yang sebenarnya bukan ayah kandungnya. Ada beberapa bagian di komik Yotsuba yang menjelaskan bahwa Yotsuba ini sebenarnya adalah anak yang abandoned, ditinggalkan. Yotsuba ini tingkahnya aneh banget. Selalu aktif kesana-kemari, ketawa-ketiwi walau juga sering celaka.
hahahaha :'
ahahaha :'
Gak cuma Yotsuba aja, Koiwai yang jadi ayahnya juga rada-rada tingkahnya.
bapaknya juga rada gesrek tingkahnya
Yotsuba dan Koiwai di awal cerita baru saja pindahan ke lingkungannya yang baru, bertetangga dengan keluarga Ayase yang memiliki tiga orang anak, Asagi, Fuuka, dan Ena. Tiga-tiganya punya karakter masing-masing yang khas. Asagi yang sulung usil, Fuuka si anak tengah yang semangat, dan Ena si bungsu yang baik. Koiwai dan Yotsuba juga punya teman namanya Jumbo yang badannya gede banget dan kerja di toko bunga. Tingkahnya juga rada-rada.
berlagak penjahat setelah nonton film :D
Ada beberapa hal yang membuat saya sangat-sangat ketagihan sama Yotsuba. Pertama, humor-humor yang ditampilkan di Yotsuba sangat alami, tapi di sisi lain sangat menghibur. Humornya tidak menghilangkan kesan slice of life, jadinya lahirlah kejadian-kejadian yang memang sering juga terjadi di kehidupan nyata kita. Tidak dibuat-buat, tapi bikin ngakak.
very interesting :'D
Kedua, komik Yotsuba ini sering sekali menyempilkan nilai-nilai moral ke dalam beberapa babnya. Judul komik ini sebenarnya ‘Yotsuba &’ artinya di setiap bab nya selalu berjudul ‘Yotsuba dan [sesuatu]’, misalkan ‘Yotsuba & TV’. Di chapter ‘Yotsuba & Opposite’ misalnya diceritakan Yotsuba mengantar bingkisan ke rumah keluarga Ayase, dan diberikan bingkisan juga sebagai balas budi bingkisannya.
Sederhana banget ceritanya, tapi punya arti.

Terakhir, dan yang paling penting, komik ini mengajarkan tentang bagaimana menghadapi anak kecil. Yang paling sederhananya seperti fragmen chapter ‘Yotsuba & Lies’ di bawah ini:

It’s okay, that you broke the dishes. And when you broke the window and spilled the coffee, that’s okay too.
What if I break a plate again?
That’s okay too. It’s your job to make mistakes.
What if I break your computer?
Anything but that. But, don’t lie. Okay?
Okay. I won’t lie anymore.

Fragmen dialog di atas terjadi setelah Yotsuba tidak sengaja memecahkan piring di rumah sewaktu usil main bola. Dialognya sederhana sekali, tapi sangat kuat artinya. Kamu boleh berbuat kesalahan, tapi jangan bohong. Entah kenapa bagian ini paling ngena sekali. Mungkin karena fragmen dialog ini juga harusnya terjadi di rumah-rumah seluruh keluarga Indonesia.

Sayangnya (menurut saya), orang tua di Indonesia tak tolerir terhadap kesalahan, dan cenderung lalai memberikan teladan tentang kejujuran. Pelajaran parenting sederhana ini malah disajikan oleh orang Jepang dengan media yang paling menyenangkan.

Di review internasional, komik ini disebut-sebut sebagai salah satu komik yang 'berhasil dengan indah membingkai kehidupan anak-anak yang menyenangkan'. Anak-anak yang benar-benar masih anak-anak, tanpa dandanan berlebihan, tanpa badan yang terlalu bongsor, tanpa lisan yang kurang ajar dan tanpa kehidupan cinta-cintaan anak-anak di sinetron Indonesia. This is what real childhood look alike. 

POSTED IN ,
DISCUSSION 2 Comments

2 Responses to : Yotsuba-chan! :3

  1. suka banget komiknyaa,, komik yang sangat menghibur dan juga mendidik,, wlopun diasuhnya sama cowo tapi tetap tegas dan hangat, very recomended comic :D

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)