[Quotes] Mata Najwa: Dari Jogja Untuk Bangsa

Saya sama sekali ga hobi nonton TV. Ditambah lagi dengan makin tidak bermutunya tontonan di televisi Indonesia, saya semakin kehilangan minat duduk manis di depan TV. Positifnya, saya terhindar dari tontonan-tontonan tidak bermutu. Negatifnya, masih ada segelintir tontonan bermutu di beberapa stasiun TV yang masih istiqomah untuk tidak membodohi bangsanya, dan karena saya tidak hobi nonton TV, acara seperti ini selalu terlewat tidak saya tonton.

Rangkaian program di Kompas TV, Kick Andy, dan Mata Najwa contohnya. Nah yang terakhir ini yang ingin saya bahas. Sisi negatif kebiasaan saya tidak menonton TV diselamatkan oleh Youtube. Selalu ada rekaman full acara-acara di atas. Beberapa hari yang lalu saya download Mata Najwa episode Dari Jogja Untuk Bangsa. 

Episode ini menghadirkan Sri Sultan Hamengku Buwono X, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Chairul Tanjung, dan Mahfud MD. Saya menyetel video ini dengan volume laptop maksimal, sembari masak dan beres-beres rumah, dan menemukan betapa inspiratifnya kata-kata dan dialog yang keluar dari mulut beliau-beliau ini. Kumpulan orang-orang cerdik cendekia. 

Berikut adalah beberapa quotes yang diucapkan oleh masing-masing pembicara dalam episode penuh gizi ini : 

Sri Sultan Hamengku Buwono X (Gubernur DI Yogyakarta)

Najwa : "Yang saya kagum dari Anda, Pak Sultan, sama sekali tidak terlihat dan bertingkah laku layaknya raja. Saya ingat adek-adek waktu itu saya undang ke Mata Najwa, datangnya sendiri, tanpa ajudan. Betul-betul sendiri, datang dan pulang sendiri."
HB : "Sendiri saja bisa berjalan kok, ga perlu orang"
NS : Tapi beda lho, setingkat bupati saja bisa 20 orang lho rombongannya
HB : "Ndak perlu lah, jadi beban."


HB : "Kamu mau ndak berjanji sama saya (HB IX), kamu harus berjanji bahwa semua orang harus bisa kamu lindungi, biarpun mungkin orang itu tidak senang sama diri kamu. Yang kedua tidak boleh melanggar peraturan negara. Yang ketiga, lebih berani mengatakan yang benar itu benar, yang salah itu salah.

"Sebelum saya jawab, saya interupsi. Mengapa ada kalimat lebih berani? Lebih berani dengan siapa? Lebih berani dibandingkan dengan diri saya (HB IX)


"Kenapa? Saya (HB IX) mengalami dua presiden, Soekarno dan Suharto, saya kalau tidak setuju pada kebijakannya, lebih baik saya diam. Karena saya berpendapat diamnya saya itu supaya rakyat tidak terpecah belah. Sehingga kamu harus lebih berani mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah daripada diri saya."


Anies Baswedan (Penggagas Indonesia Mengajar)


NS : Berarti tahu tempat paling romantis di Jogja, di mana mas?
AB : "Jogja ini, buat siapapun yang pernah ada di kota ini, setiap titik adalah titik romantis."



AB : "Sebenarnya kalau ditanya apa yang menempa kadang-kadang kita sulit jawabnya, karena perjalanan hidup itu kita sering tidak tahu seperti apa. Tapi saya ingin, dari pengalaman selama ini. Lokasi lahir boleh di mana saja, tapi lokasi mimpi harus di langit. Itu yang harus dipegang."

AB : "Saya membayangkan dalam perjalanan hidup, kita selalu punya pilihan-pilihan. Dan pilihan itu, namanya juga perjalanan, ada perjalanan mendatar, menurun dan mendaki. Dan hanya kita yang tahu apakah kita sedang mendaki atau menurun. Kalau kita pilih untuk selalu ambil jalan yang mendaki, memang pasti terasa berat, tapi insyaAllah itu akan mengantarkan ke puncak-puncak baru perjalanan kita."

AB : "...Indonesia sekarang, membutuhkan kepemimpinan yang bisa mengundang semua orang untuk terlibat menyelesaikan masalah yang ada di republik ini."

AB : "..bukan kita berharap perubahan yang terjadi mendadak. Tetapi, begitu muncul seorang walikota yang baik, suasana batin seluruh kota berubah. Kecepatan, keseriusan, optimisme, menular secara luar biasa"


Ridwan Kamil (Walikota Bandung)

RK : ...dan saya ingat The Power of Pray, suatu hari saya lagi ngopi di Jakarta sewaktu masih jadi arsitek. Tiba-tiba ada orang baju putih-putih, menepuk pundak saya, "Hei bung, tahu tidak apa yang membuat Anda seperti ini?" Saya otomatis menjawab dengan logika, yaa karena pendidikan saya. Bukan, itu hanya bagian kecil. Yang menjadikan bung seperti ini adalah doa ibu."


Chairul Tanjung (Pemilik CT Corp.)

CT : "Jadi, memang di dunia ini aneh. Banyak orang yang suka mengukur-ngukur tentang apa yang dimiliki orang lain. Saya malah merasa lebih baik kita tidak perlu mengukur apa yang kita miliki, tapi lebih baik kita mengukur apa yang bisa kita berikan."




CT : "Saya kebetulan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Jadi bapak saya adalah seorang wartawan. Zaman itu, tahun 60-an, hidupnya sangat kekurangan. Jadi, hidup saya susah. Saya tinggal di rumah petak, sampai saya lulus kuliah bahkan sampai saya jadi pengusaha. 

Saya kalau buang air besar di WC umum, bukan di WC umum yang baik, tapi itu adalah got yang dibuat pembatas dengan seng. Yang kalau saya berdiri, separuh badan saya kelihatan dari luar. Itulah kehidupan saya sampai dewasa. Kehidupan saya waktu kecil, remaja, dewasa itu membuat saya lebih kuat terhadap segala sesuatu yang terjadi setelah saya dewasa."


Mahfud MD (Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI)



MM : Fud, kamu kalau ingin menjadi orang besar, harus belajar. Dulu Nabi Sulaiman waktu kecil oleh Tuhan ditawari 4 hal, kekuasaan, harta benda, istri cantik, atau ilmu. Sehingga Nabi Sulaiman dikenal ilmunya paling banyak. Dia menjadi orang paling kaya sepanjang sejarah, dan juga mempunyai istri cantik namanya Balqis. Berdasarkan itu saya belajar, belajar terus."


MM : "Tidak perlu membedakan muslim dan tidak muslim. Jadi, begini sepertinya kita punya penyakit ketakutan, ini muslim yang mayoritas kok seperti tidak diperlakukan dengan benar. Menurut saya selama konstitusi ditegakkan dengan benar, orang Islam tidak perlu khawatir, hak-haknya tetap akan terlindungi. 

MM : "Orang muslim yang maju juga banyak kok, apanya yang dirugikan oleh negara ini? Kalau bicara koruptor yang paling banyak koruptornya muslim juga. Oleh karena itu penegakkan konstitusi dan hukum perlakukan sama kepada pemeluk agama apapun, suku apapun."

Bagi yang belum nonton full episodenya bisa lihat di:

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)