Memberikan Sebagian Hidup

Waktu pertama kali kumpul Eveks (penegak kedisiplinan di masa perkenalan fakultas) hal pertama yang saya ucapkan adalah rasa terima kasih banyak kepada semuanya karena sudah mau mengorbankan waktu liburan semesternya untuk berada di posisi yang tidak semua orang mau ada di sana. Ngorbanin 3 bulan liburan cuma buat jadi penegak kedisiplinan? A big no buat mayoritas orang.

Tapi mereka mau daftar. Ga abis pikir.

Semenjak saat itu saya bertekad mati-matian ngejaga integritas mereka, menjaga supaya mereka tidak kecewa dengan waktu yang sudah mereka korbankan.

Jadi inget beberapa bulan yang lalu, temen saya sendiri, yang pernah jadi ketua panitia acara besar di himpunannya pernah curhat via email. Dia bete berat karena anak-anaknya di kepanitiaan pada 'bebal', susah banget dibilangin, dan kerjanya lambat. Lalu saya balas emailnya :

"Masih nyambung ke masalah kenyamanan. Gue perhatiin selama di **** (disamarkan) lu sering 'ngomel'. Thats okay sih, ga masalah. Tapi inget, orang-orang yang lu 'omelin' itu ga pernah lu bayar loh. Mereka udah ada, udah bersedia jadi panitia aja harusnya bersyukur, di tengah berbagai terpaan tugas mereka di kampus, kemungkinan exchange ke luar negeri, ngerancang PKM dll. Tapi mereka malah milih jadi panitia **** loh di tengah berbagai kemungkinan yang mungkin bisa bikin mereka jauh lebih keren dan kece dibanding 'cuma' jadi panitia ****."

Dan beberapa waktu yang lalu, main-main ke tumblrnya Camila Baraqbah (FHUI 2011), temen kriminal saya semenjak di SMA, dan menemukan kata-kata berikut : 

printscreen tumblrnya Camila (http://camila-baraqbah.tumblr.com/)
Ketika kita meminta bantuan kepada orang lain, pada dasarnya kita meminta sebagian dari hidupnya. Mereka harus memberikan sebagian waktu mereka untuk kita, sementara waktu adalah penyusun kehidupan, bukan? Maka hormati, sangatlah hormati, orang yang bersedia membantu, berpartisipasi, berkontribusi untuk kita. Meski tidak memuaskan, meski pada akhirnya tidak menghasilkan apa-apa, jangan sesekali menghargai murah apa yang telah mereka berikan. Karena pada dasarnya, yang mereka berikan adalah sebagian dari hidup mereka.
Besok-besok rasanya saya harus ngeprint dan nempelin kalimat ini di mading kamar saya. Supaya suatu saat nanti, selama kepengurusan BEM setahun ini, jika saya sedang bete berat -karena kinerja anak-anak saya yang tidak sesuai harapan- saya tetap ingat satu hal.

Ingat bahwa di masa yang lalu mereka pernah merelakan separuh waktunya untuk membantu saya memulai semuanya :)

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)