Ketika si Lemah Menang Melawan Raksasa

Judul : David and Goliath : Ketika si Lemah Menang Melawan Raksasa
Penulis : Malcolm Gladwell
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jenis Buku : Non-Fiksi
Tebal Buku : 300 halaman

Nama Daud dan Goliat mewakili pertarungan antara si lemah dan raksasa. Kemenangan Daud tak terduga dan ajaib. Seharusnya dia tidak menang. Benarkah demikian?

Gladwell menantang cara kita berpikir tentang rintangan dan kelemahan, arti diskriminasi, menghadapi cacat, kehilangan orangtua, masuk sekolah jelek, atau menderita berbagai kerugian.

Buku ini membahas keunggulan pengidap disleksia, cara pikir unik peneliti kanker dan pemimpin pergerakan hak sipil, mahalnya balas dengam, serta dinamika kelas sekolah yang sukses dan yang tidak -menunjukkan betapa banyak hal indah dan penting di dunia yang berasal dari apa yang disebut sebagai penderitaan dan kesukaran.

Mengikuti jejeak buku-buku laris Gladwell sebelumnya - The Tipping Point, Blink, Outliers, dan What the Dog Saw - buku ini merangkum sejarah, psikologi, dan kisah-kisah menarik untuk mengubah cara pikir kita tentang dunia.

Ini adalah buku ketiga Gladwell yang pernah saya baca setelah The Tipping Point dan What the Dog Saw. Bagi saya pribadi, dua buku tersebut menawarkan cara unik dalam memahami dunia kita. Bisa-bisanya Gladwell memadukan antara penelitian psikologi, hasil-hasil riset dari para ahli dunia dengan cerita-cerita sarat hikmah yang berkaitan dengan tema. Lalu soal tema, bisa-bisanya Gladwell mengangkat tema yang selama ini kita anggap agak 'remeh', tetapi nyata tidak seremeh yang kita kira, seperti kajian tentang saus tomat dalam What the Dog Saw. 

Kisah-kisah dalam David and Goliath lagi-lagi mengusik, membahas fenomena underdog dalam pertarungan-pertarungan yang tidak seimbang. Si kuat melawan si lemah, dimenangkan oleh si lemah. Pertarungan yang selama ini kita anggap sebagai sebuah keajaiban. Gladwell tidak sepakat bahwa semua itu adalah keajaiban. Underdog memang layak untuk menang, asalkan memenuhi beberapa persyaratan. 

Tidak hanya melulu membahas underdog, Gladwell juga mengatakan bahwa hal-hal yang selama ini kita anggap sebagai sebuah kelebihan ternyata di sisi lain adalah sebuah relung kelemahan yang amat besar. Di lain pihak, sesuatu yang selama ini kita anggap sebagai sebuah kelemahan ternyata membawa dampak positif besar. Gladwell membolak-balik persepsi kita tentang kelebihan dan kekurangan. 

Saya akan meresume beberapa kisah-kisah dan kajian penting dalam buku ini di  posting berikutnya, segera setelah saya bisa menerapkan sistem spoiler dalam blog ini. Takut nanti jika saya post terang-terangan, ada yang merasa dirugikan karena pengen beli tapi sudah tahu duluan isi bukunya kayak gimana.

Ending statement, buku ini adalah gizi yang sangat baik, sangat disarankan dibeli untuk bahan pengayaan ketika liburan awal semester besok! :D

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Dari Dapur @payungmama : The Team!

Ini sebenarnya posting yang sangat sangat telat. Saya merasa tidak adil ketika membagikan semua ide, semua kejadian yang terjadi selama tim @payungmama bekerja tapi tidak pernah memberitahu siapa saja orang-orang yang ada di balik segala keanehan @payungmama. Saya berhutang banyak pada entitas ini, karena ada banyak sekali pelajaran dari masa kampanye yang begitu singkat. 

Hampir dari semua nama yang saya sebutkan melanjutkan kontribusi di BEM Fateta 2014. Ada Rhefa, Salman, Uci, dan Devi yang memilih untuk melanjutkan karir organisasi di tempat lain, entah di himpunan atau organisasi lainnya.

Dan inilah mereka, tim inti kampanye @payungmama 2013! :)

Muhammad Salman Al-Farisi (TIN 48), salah satu dedengkot desain yang melahirkan bentuk 'payung' :))
Devi Matudiliva Yusuf (SIL 48), ide nama 'payungmama' bermulai darinya, ga kontrol abis
Anugrah Susilowati (SIL 48), mbak-mbak perwakilan SIL lain selain Devi
Zein Fadhlurrahman (ITP 49)
Haekal Rasyid (ITP 49)
Andita Dwi Sefiani (SIL 49)
Amalia Khoirun Nisa (ITP 48), ibu-ibu galak yang perkasa, jadi ketua tim @payungmama :E
Andhika Prasetyo (ITP 48)
Nur Angel Mut'iah (TIN 49)
Rhefa Dahtiar -kiri- (SIL 48) ketua divisi kampanye pusat @payungmama
Jamhari Abidin (TMB 48), ini sih bukan TS -___-
M. Irham Raenaldi (TIN 48) ketua divisi visual @payungmama, balihonya dia yang bikin looh
Alfakhri Salas (TIN 48)
M. Sophia Ramdhan (TMB 48) yang beli payung warna-warni yang keren abis, bela-belain ke stasiun Bogor cuma buat beli payung -yang akhirnya ilang- salut!
Bareng-bareng sama mereka kampanye nyeleneh ini bermula. Bersyukur banget kenal mereka yang mau ikutan padahal waktu kemarin masih masuk masa-masa UTS :')

Epilog
Buat yang mau tau hasil dari Pemira Fateta gimana, ini ada screenshot dari Pineapple Softhouse, rumah produksi yang bikin software F-Vote buat Pemira Fateta kemarin (punyanya M. Raja Ihsan, kawan belajar jadi papa yang baik)
hasil Pemira Fateta 2013 :')
Menang 91.2%. Hasilnya cukup telak dan menembus target awal yang >90%

Yah namanya juga usaha lebih, yakin lah Allah pasti memberikan hasil yang 'lebih' juga :')

POSTED IN
DISCUSSION 1 Comment

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)