Cara Terbaik untuk Pergi

Kemarin siang, 17 Oktober 2013, ketika saya sedang mampir ke BSM Dramaga untuk ambil uang fieldtrip, tetiba ada SMS dari Bang Junasa :

"Innalillahi wainna ilaihi rojiun, telah meninggal dunia, Ratna Sogian Siwang setelah melahirkan putra pertamanya di Cilegon. Mohon dimaafkan atas segala khilaf - nazrul"

Berkali-kali saya baca ulang isi SMSnya. Berharap ada kata yang menjelaskan 'siapa'nya Mbak Ratna yang meninggal. Mungkin saya luput membaca hingga harusnya misal kalimatnya jadi 'kakak dari Ratna Sogian Siwang'. Rupanya mata saya tidak luput. Yang meninggal benar Mbak Ratna.

Badan saya lemes banget rasanya.

Di laptop saya masih tersimpan folder Nazrul Wed, berisikan foto-foto ketika kami seasrama beserta PPSDMS angkatan sebelumnya berangkat ke Sukabumi untuk menghadiri resepsi Bang Nazrul dan Mbak Ratna. Details fotonya tertulis September 2012. Rasanya ada yang aneh ketika satu tahun kemudian saya datang lagi ke Sukabumi, untuk orang yang sama, tapi dalam suasana yang jauh berbeda.
Sukabumi, September 2012. Resepsi pernikahan Bang Nazrul dan Mbak Ratna
Tapi kan toh semuanya sudah terjadi. Life keeps on turning. Lagipula, bagi perempuan, rasanya tidak ada cara pergi yang lebih baik dari meninggal dalam perjuangan melahirkan anaknya sendiri :)
jagoan baru, laki-laki :')
"It's okey baby. Everything's gonna be alright. Umi udah berjuang dengan usaha yang terbaik, sehingga sekarang ada di tempat terbaik di sisi-Nya. Sekarang, dan nanti-nanti giliran kita di sini yang harus kasih yang terbaik buat umi. Yang kuat ya, Nak. Yang sholeh, yang pinter."
-Nazrul Anwar

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)