A Trip to AISC Taiwan 2013 with Multistrada 2nd Day : Conference Day!

Hari kedua saya berada di Taiwan, dan merupakan hari pertama conference AISCT. Sesuai jadwal acara, kami sudah harus berada di kompleks kampus Asia University pukul 9 pagi. Keterangan dari Mbak Aini perjalanan dari pusat kota Taichung ke Asia University kira-kira memakan waktu 1 jam naik bis umum. Buat jaga-jaga takut nyasar akhirnya kami serombongan sepakat malamnya untuk berangkat dari hotel jam 7 pagi. Nyatanya, pas bangun tidur Taichung dalam kondisi hujan deras. Kondisi cuaca jauh lebih buruk dibandingkan hari pertama.

Bangun tidur, mandi, beberes sebentar dan langsung berangkat ke Asia University!
disambut hujan deras, dari dalam bis kota
Berangkat ke kampus naik bis nomor 100. Bisnya enak, rapi dan tertata. Jadwalnya juga teratur, di pemberhentian di depan Taichung Station tempat kami naik bis selalu ada pemberitahuan bis berapa akan datang dalam waktu berapa menit lagi. Sesungguhnya saya bingung apakah Taiwan yang sudah modern atau Indonesia yang terlalu tertinggal -__- karena sepertinya di berbagai negara transportasi kotanya sudah baik sekali. PR besar.

Naik bisnya juga nyaman. Mayoritas masyarakat Taiwan menggunakan kartu elektronik unutk bayar bis. Kartu elektronik ini dijual di 7Eleven atau supermarket lainnya, sistemnya sih kayak semacam eTollCard dan Flazz nya BCA. Uang elektronik yang bisa diisi ulang. Bedanya kalau di Taiwan penggunaannya sudah jauh lebih terpadu, bisa buat belanja di supermarket ataupun bayar bis. Biaya naik bisnya juga jauh lebih murah kalau pake kartu. Kalau kartunya ga punya, bayarnya pakai uang logam yang ditaruh di kotak di dekat supir.

Ada yang unik dari penggunaan kartu elektronik ini. Bis akan memberikan harga 0 NTD (gratis) jika naik bis kurang dari jarak tertentu dan pembayarannya dengan kartu. Dugaan beberapa orang, jarak tersebut berkisar antara 4 km. Jadi kalau naik bis dengan jarak kurang dari 4 km dan bayarnya pakai kartu, saldo kartu kita tidak berkurang. Sistem ini dimanfaatkan beberapa mahasiswa berotak kriminal cerdas dari Indonesia. Mereka naik bis menuju kampus dengan menyambung beberapa kali dari satu bis ke bis yang lain, dengan jarak kurang dari 4 km setiap kali naik bis, jadi mereka bisa irit ongkos. Faktanya, ada yang berhasil membayar hanya 2 NTD untuk perjalanan menuju kampus, bandingkan dengan harga normal memakai kartu yakni 12 NTD. Mungkin kalau sistem ini kalau diterapkan di Indonesia, perusahaan transportasinya pasti sudah bangkrut total.

Sesampainya di Asia University, kami harus mengakui disclaimer Mbak Aini yang mengatakan Asia University adalah salah satu kampus terindah di Taiwan. Memang indah ternyata :D
dekat halte bis terakhir Asia University
view ke arah dalam kampus dari halte
main building Asia University! :D
dari main building ke arah dalam kampus
Hari pertama ini sebenarnya adalah rangkaian pembukaan plus materi dari beberapa pemateri yang kece. Line up pembicaranya antara lain Chun-Yen Chang, Ph.D (National Chiao Tung Univ.) , Johnson Sher (Vice President ITRI), Ted Sakineh (Global Op-Executive Director OESF Global), Chang-Ming Yang, M.D (Founder Ming-Young Biochemical Corp.), sama terakhir Prof. Dr. Warsito P. Taruno (Executive Director of CTECH Labs Edwar Tech.) yang udah pernah mengisi materi di NLC PPSDMS tahun lalu.
penandatanganan MoU pas pembukaan conference
Pembicaranya ini semuanya orang-orang keren, tapi buat saya pribadi cuma ada beberapa yang notable banget, terutama karena tema yang diangkat sama kualitas bahasa Inggrisnya. Dua favorit saya adalah Chun-Yen Chang sama Johnson Sher. Pak Warsito keren sih, tapi sudah pernah dengar materinya pas NLC, jadi rasanya biasa saja.

Chun-Yen Chang mengangkat tema tentang “The Past and The Post of Information Age”. Pak Chang mengajak kita untuk kembali ke masa lalu era awal teknologi informasi dan melihat bagaimana kondisi dunia teknologi informasi saat ini. Salah satu yang membuat saya tertarik adalah mengenai bagaimana dinasti WinTel (Windows dan Intel) mengalami tantangan berat pada beberapa tahun terakhir. Beberapa dekade terakhir duet Windows sebagai sistem operasi dan Intel sebagai prosesor sangat merajai pasar. Sekarang? Muncul Android, Apple dengan iOS nya, dan beragam sistem operasi dan alternatif prosesor lainnya. Dunia teknologi informasi kita sesungguhnya sedang mengalami transformasi besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir. Jangan lupakan juga tentang cloud computing dan mobile computer yang disadari atau tidak telah berhasil mengubah mindset bagaimana kita menggunakan perangkat teknologi yang kita punya.

Sedangkan Johnson Sher, ini badai. Mr. Johnson adalah orang Taiwan yang kuliah lama di Amerika, jadi bahasa Inggrisnya kece berat. Beliau memimpin lembaga Industrial Technology Research Institute, salah satu lembaga yang memiliki peran vital di pengembangan teknologi di Taiwan. Tema besar yang beliau angkat adalah tentang Commercialization. ITRI, lembaga yang beliau pimpin adalah lembaga yang berfungsi untuk menghubungkan antara kebutuhan industri dengan riset yang dilakukan di universitas lokal Taiwan, sehingga riset teknologi yang dilakukan sangat tepat guna. 

Buat saya pribadi, ITRI adalah salah satu dream work yang harusnya ada di Indonesia, mengingat kita tidak punya lembaga yang melakukan komersialisasi secara menyeluruh dengan menjual riset universitas kepada industri terkait. Terkadang masih miss antara kebutuhan industri dengan riset yang dilakukan di universitas. Indonesia sangat butuh lembaga seperti ITRI. Beliau juga menjelaskan alur sistem dalam ITRI yang memiliki ribuan ahli interdisiplin ilmu sehingga memungkinkan untuk melakukan riset mendalam baik secara teknik maupun secara manajemen penerapan teknologi untuk industri. Mantap.

Setelah materi selesai sekitar pukul 17:00, para peserta dipersilahkan untuk ke ruang makan untuk dinner. Hari ini istimewa karena para peserta dijamu oleh masakan khas India. Lebih spesial lagi karena bisa makan sepuasnya!
mantap bro! :6
Kenapa India? Karena memang komunitas India yang paling mungkin untuk menyajikan makanan yang kehalalannya dapat dijamin. Secara waktu posting hari pertama saya sudah pernah cerita tentang betapa banyak makanan Taiwan yang kehalalannya diragukan dan baunya tidak sesuai sama sensori orang Indonesia. 

Kelar dinner, kami bergegas ke hotel, menyelesaikan slide presentasi dan materi yang harus kami sajikan keesokan harinya. Memang tidak ada waktu untuk beristirahat kawan! Work!

DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)