A Trip to AISC Taiwan 2013 with Multistrada 1st Day : Taiwan Touchdown

Beberapa jam sebelum keberangkatan ke Taiwan, perasaan saya mulai ga tenang. Praktikum Peralatan Industri Pertanian sama Gambar Teknik dari siang sampai jam 3 sore rasanya aneh banget, badan sama pikiran ga sinkron. Badan masih di kampus, pikiran udah menjelajah kemana-mana. Idealnya sih beberapa jam sebelum keberangkatan sudah izin kuliah dan praktikum seperti teman-teman IPB yang lain, tapi apa daya urusan praktikum di departemen saya sungguh payah.

Jam 4 sudah mulai kumpul di depan BNI. Jam 6 mulai berangkat naik bis Damri ke bandara. Sampai di bandara sekitar jam setengah 9.
Pool Damri Botani Square, keren yah ternyata bis bandara Damri, ada wifi sama colokannya :D
baru sampai di bandara Soekarno-Hatta
Salah satu hal penting yang belum sempat saya lakukan menjelang keberangkatan ke Taiwan ini adalah menukar uang. Mata uang Taiwan itu NTD (New Taiwan Dollar) dan di Bogor kata abang-abang money changer di depan stasiun emang rada langka. Saya menukar uang di depan stasiun cuma 300 NTD (Rp. 105.000 kalau dirupiahkan). Di bandara sebenarnya ada tempat untuk menukar uang NTD, cuma males nyarinya. Akhirnya dituker dulu ke USD biar bisa dituker ke NTD lebih mudah di Taiwan. Emang rada tragis ya kalau punya mata uang negara yang lemah, uang segepok aja ditukar ke mata uang lain rasanya cuma jadi beberapa lembar. Lemah sekali rupiah kita tercinta ini.
segepok uang rupiah hanya ditukar dengan 4 lembar dollar. Tidak adil.
Berhubung ini adalah pengalaman pertama saya naik pesawat, saya jadi udik banget. Pertama kali takeoff rasanya merinding disko. Udah begitu bangku saya persis di pinggir jendela, jadi kelihatan dengan jelas bagaimana proses takeoff lengkap dengan gerakan sayap pesawatnya. Saya juga baru tahu bahwa naik pesawat itu bisingnya luar biasa, apalagi pas takeoff. Bikin hati jadi ga tenang. Sudah begitu cuaca pas awal berangkat agak buruk. Kilat menyambar-nyambar dari kejauhan. Cetar.

Di dalam pesawat mati gaya. Ngantuk berat sebenarnya tapi susah tidur, mungkin belum terbiasa sama bisingnya pesawat. Cuma sempat tidur ayam-ayam aja beberapa jam. Paginya sekitar jam 4 pagi, pramugari mulai bagi-bagi sarapan. Sarapannya enak, entah karena lapar atau memang enak. Kentang, ikan fillet, telur dadar, yoghurt, buah, roti. Sayang di tengah-tengah lagi makan tetiba ketiduran, dan yoghurt, buah dan roti terlanjur diambil sama pramugari lagi. Sial.
mantap lah sarapannya, sayang malah ketiduran, disita lah makanannya -__- 
Menjelang pagi hari, cuaca jauh lebih cerah. Tapi ternyata setelah masuk ke Taiwan cuacanya mendung berat, jauh lebih bikin galau dibanding mendungnya Bogor. Setelah sekitar 6 jam perjalanan, akhirnya mendarat juga di Taoyuan International Airport. First touch di negeri orang :)
cerah banget di luar
sudah masuk Taiwan, jadi kayak maket kalo dilihat dari atas
pas udah mau landing, desa banget ga sih kelihatannya?
suasana Taoyuan International Airport, Taiwan, titik touch down di Taiwan :)
rombongan IPB rehat sebentar di lounge bandara
Selesai dari sana, segera naik UBus ke Taichung. Jadi sebenarnya bandara internasional Taiwan itu bukan di Taipei, maksudnya bukan dekat pusat kotanya. Bandaranya ada di kawasan Taoyuan, lumayan jauh dari Taipei. Sepanjang jalan dari Taoyuan sampai Taichung itu hampir 90% kawasan persawahan. Rumahnya juga jarang-jarang, dan bentuknya agak familiar buat yang pernah nonton film animasi 5 Centimeters Per Second. Waktu si cowoknya pindah ke desa, banyak sawahnya terus bentuk rumahnya agak kotak-kotak. Rasanya juga sering liat deh di beberapa episode film kartun Jepang yang lain.
suasana perjalanan dari bandara Taoyuan ke Taichung
bener-bener kayak 5 cm per second lah suasananya
Dan juga perjalanan dari Taoyuan ke Taichung tanah di sekitar jalannya berkontur. Banyak kawasan perbukitan di kanan kiri. Agak diluar ekspektasi karena awalnya mengira bakalan jauh lebih well developed daripada kawasan sekitar bandara Soetta, eh ternyata lebih ramean Soetta kemana-mana. Papan selamat datang dari berbagai produk elektronik yang biasa dijumpai di Soetta sama sekali ga ada di perjalanan dari Taoyuan. Taichung sendiri rasanya beda jauh sama Jakarta yang riuh. Taichung suasananya agak lebih mirip Purbalingga, sepi-sepi gimana gitu.
pusat kota Taichung
sepi, jauh berbeda sama Jakarta, lebih mirip Purbalingga kalau masalah keramaiannya -__-
Perjalanan dari Taoyuan ke Taichung memakan waktu sekitar 2 jam. Sampai di pusat kota Taichung kita segera ke hotel tempat rombongan IPB reservasi, di Chance Hotel yang ternyata berada sangat dekat dari stasiun sama shelter bus kota. Chance Hotel itu hotel berlantai 10 yang lobinya bau banget sama dupa. Hotelnya juga ga elit-elit banget. Gambarannya, 4 hari stay kena sekitar Rp. 630.000 per orang. Hotel ini juga tidak menyediakan makan sama sekali. Sampai di hotel udah sekitar jam 12 siang. Sampai di kamar mulai berbenah, bersih-bersih dan sholat.
inilah kamar kami, sekamar berdua sama Agung, MSP IPB 48
Puas berleha-leha sebentar, akhirnya kita memutuskan buat jalan-jalan. Sekalian cari makanan dan cari colokan, soalnya colokan di Taiwan aneh, tipis banget jadinya ga ada satupun alat elektronik kita yang cocok. Di bawah, ternyata ada 2 orang mahasiswa Indonesia di Taiwan yang salah satunya adalah committee AISCT yang sedang mengurus hotel beberapa peserta lain. Mereka adalah Mbak Aini dan Mbak Tati. Ngobrol sebentar, akhirnya kita ikut mereka buat makan siang di warung Indonesia.
perjalanan menuju kawasan warung Indonesia di Taichung
Jadi ternyata hotel kami juga dekat dengan kawasan orang Indonesia di Taichung. Kawasan Indonesia itu isinya yaa orang-orang Indonesia yang merantau ke Taiwan. Biasanya juga sering jadi tempat kumpul para TKI di Taichung. Warung disana juga isinya menu-menu khas Indonesia, kayak pecel ayam, soto ayam, pecel lele dll. Anehnya, disini pecel lele jauh lebih mahal dibanding pecel ayam. Pecel lele harganya 120 NTD, pecel ayam harganya malah 100 NTD (1 NTD = Rp.350)  Mahal banget ya? Apa boleh buat, disini cari makanan yang halal agak susah. Lagipula masakan ibunya enak, ayam sama lelenya juga jauh lebih gede dibanding di Indonesia.
penampakan sekitar warung Indonesia
ga asing banget lah papan namanya :D
(ki-ka) : Afif, Agung, Mbak Aini, Mbak Tati, sibuk menyantap pecel :9
Di warung, Mbak Aini sama Mbak Tati cerita-cerita kehidupan mereka di Taiwan. Mbak Aini rumahnya di Pulomas, kuliah di Asia University tempat kami conference, S3 jurusan bisnis. Mbak Tati dari Kalimantan, kuliah S3 jurusan kesehatan masyarakat di kampus yang sama. Mereka cerita suka duka kuliah di negeri orang. Duit beasiswa yang sering telat (ah ini mah sama aja kayak di kampus) sampai urusan masak-memasak gara-gara susah cari makanan halal.

Ada salah satu cerita unik dari Mbak Aini tentang kawasan Indonesia. Taiwan, katanya, adalah salah satu negara teraman. Jarang banget ada copet ataupun kejahatan lainnya (padahal saya dari kemarin malah menyangka Taiwan itu super ga aman dan copet ada di mana-mana) Tapi kalau sial kemalingan di Taiwan, berarti tandanya lagi dekat sama kawasan Indonesia. Artinya, tidak ada copet di Taiwan melainkan orang Indonesia. Hina banget ga sih?

Selain itu, kawasan Indonesia juga terkenal sebagai ajang berkumpul dan dangdutan rame-rame bersama para TKI di Taiwan. Polisi di Taiwan juga terkenal rada sensi dengan kelakuan orang-orang berpaspor Indonesia, akibat ulah beberapa TKI yang pernah mabuk-mabukan dan melakukan tindakan tidak terpuji di pinggir jalan. Lengkap sudah kehinaan ini.

Pamitan sama Mbak Aini dan Mbak Tati, kita jalan-jalan ke salah satu supermarket yang ndilalahnya malah jualan produk Indonesia. Saya beli biskuit Hatari rasa jeruk sama strawberry (serius, ini di Indonesia ga ada loh padahal produk lokal -__-) Afif malah beli Malkist Abon. Ini mah kayak belanja di Bara. Setelah itu balik ke hotel buat boci sebentar.
suasana malam hari Taichung dari beranda kamar hotel, pojok kiri kiri itu stasiun besar Taichung, semacam stasiun Bogor gitu deh gedenya
Malamnya, kami diberi tugas dari Mbak Tati untuk menjemput salah satu anak UI yang ikut AISCT di depan stasiun. Menunggulah kami di depan stasiun jam 8 malam. Lapar, akhirnya beli onigiri ikan, pisang, sama susu di 7Eleven. Onigirinya enak banget, dan halal kok kan isinya ikan. Susunya juga unik, ada yang namanya susu apel, dan itu rasanya…… enak banget. Bisa lah buat ide PKM tahun depan.

Sampai jam 9, tidak ada kabar. Ya sudah, kami tinggal untuk sesi pemrotetan di sekitar jalan raya. Berjalan-jalanlah kami sebentar di kawasan trotoar kota Taichung. Di tengah jalan kami baru sadar bahwa masakan-masakan di taiwan itu BAU banget. BAU. Di trotoar saja kami beberapa kali mengernyitkan dahi dan menutup hidung akibat bau yang tidak familiar. Ada yang bau tengik, bau empang, ga enak lah pokoknya. Jadi sebenarnya bukan hanya karena kehalalannya diragukan, tapi karena memang secara sensori orang Indonesia, makanan Taiwan benar-benar jauh di bawah layak.
foto-foto di pertokoan sekitar hotel
Kami balik pulang ke hotel melanjutkan slide presentasi sambil nonton WWE The Rock lawan John Cena di TV kabel, sampai kantuk menyerang dengan brutal.
udah ngantuk berat, tapi harus selesai ngerjain presentasi buat hari Minggu, haphap!
To be continued....

DISCUSSION 2 Comments

2 Responses to : A Trip to AISC Taiwan 2013 with Multistrada 1st Day : Taiwan Touchdown

  1. Hati-hati gan, onigiri meskipun ikan, kadang ada yang mengandung gelatin juga, dan itu yang bikin haram. Kalo bau gaenak, kemungkinan itu bau babi. Orang kita nganggep gaenak, tapi orang sono nganggep itu bau paling mantep hahaha

  2. SAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259 ATAU KLIK SITUS KAMI PESUGIHAN TAMPA TUMBAL

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)