Mencari 'Delmar' Yang Lain

7 Maret 2013, sepulang dari kampus setelah pembagian dana Pokja SPP, saya bertekad untuk menuntaskan proyek ulang tahun saya yang ke 19 (Lihat : The 19th Birthday Project) yang saya rancang bulan lalu. Sore menjelang maghrib, saya berangkat ke RS Hermina Bogor di Yasmin. Bayangan saya, Hermina kan memang rumah sakit ibu dan anak, berarti logikanya paling tidak dalam satu hari ada jadwal operasi caesar ataupun ibu yang dalam keadaan menjelang kelahiran normal.

Sesampainya di sana, saya hanya terdiam di lobi rumah sakit. Batin saya, "Gimana cara nanyanya ya?" -__- Pertama saya merasa data operasi caesar dan kelahiran bayi adalah data yang rahasia, kedua, entah kenapa alasan saya untuk meminta data tersebut agak... abnormal. Setelah merenung sekian lama dan resepsionisnya mulai sepi (ya, rumah sakit ini memang RAME banget) akhirnya saya beranikan diri bertanya.

"Permisi mbak."
"Ada yang bisa kami bantu?"
"Begini mbak, kira-kira ada ibu yang akan melahirkan besok?"
*mbaknya mulai memasang muka aneh
"Jadi gini mbak, saya besok ulang tahun, dan ingin ngasih kado buat bayi yang lahiran besok, kira-kira ada jadwal operasi caesar atau ibu yang menjelang melahirkan?"
"Besok? 8 Maret ya? Sebentar ya mas." *mulai mencari data dengan senyuman aneh
"Ada mas, 2 jadwal operasi caesar besok pagi, kalau mau jenguk silahkan aja sekitar besok sore."
"Itu bisa lihat bayinya juga kan mbak?"
"Tergantung keputusan keluarganya mas."

Saya pulang, dan memikirkan kado yang harus saya beli untuk bayi-bayi lucu itu. Saya teringat rencana Ibu dan Ayah yang mau main ke Bogor hari Minggu ini, biasalah, memastikan anak bungsunya ini masih hidup. Toh mereka juga kesepian di rumah, orang tua memang butuh jalan-jalan sedikit. Saya minta nitip 2 kado buat bayi yang baru lahir. Ibu bilang buat apa, ya udah saya jelasin lagi seperti sediakala. Ibu cuma ketawa.

~~~

Minggu, 9 Maret 2013
Siangnya, udah siap ke rumah sakit dengan dua bingkisan lucu :3 Ibu ternyata beli satu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan, padahal sebenarnya sampai di rumah sakit juga kita masih ga tau jenis kelamin bayinya apa. Tapi yaah namanya juga bayi, peralatannya lebih universal dan kayaknya hampir tidak ada bedanya deh. Ibu juga belinya rada ngasal sih, dia sendiri ga inget isinya yang mana yang buat laki-laki yang mana yang buat perempuan.

kayaknya ini buat laki-laki deh *ngasal mode
atau ini yang buat laki-laki ya? ah entahlah -___-
Setelah sampai dan menceritakan (lagi) maksud kedatangan kami ke resepsionis, kami digelandang ke lantai 2, tempat para bayi-bayi segar bersemayam. Sebenarnya sih karena ini rumah sakit ibu dan anak, hampir di setiap lantai pasti ada bayinya, cuma kayaknya bayi yang benar-benar baru keluar disimpan di lantai 2.

Sampai di sana, kami cerita (lagi-lagi) hal yang sama dengan suster dan dokter jaga. Awalnya mereka pasang muka curiga, tapi akhirnya bisa menerima. Mungkin karena muka saya yang rada kriminal, mereka tetap minta KTP saya buat konfirmasi. Wajar sih sebenarnya, awkward juga kok tiba-tiba ada mas-mas bawa-bawa kado buat bayi yang ga dikenal, jangan-jangan ada niat culik, rampok dll. Itu mungkin pikir mereka. Padahal kan hati saya imut begini.

Dicari sedemikian rupa datanya, dan ketahuan ada 4 bayi yang lahir di tanggal 8. Pilih dua bayi, satu di lantai 2 dan satu di lantai 4. Ini dia si 'Delmar' yang ada di lantai 2 :3

'Delmar' yang ini laki-laki, pasti jadi macho deh :P

Dia belum punya nama, badannya sehat deh ga ada keriputnya. Kalo ga salah dia lahir normal, beratnya lumayan sekitar 2.75 kg. Usut punya usut, ternyata ibunya (yang pake baju batik di samping bayi) itu alumnus Fapet IPB angkatan 40. Ibunya juga masih lemes, jadi ga ngomong banyak. Saya cuma pukpuk bayinya sebentar, soalnya doi lagi sibuk boci (bobo ciang)

Cabut ke lantai 4, dan ternyata keluarga yang ada di sana tidur semua. Karena ga mau ganggu mereka, akhirnya kita ke 'Delmar' yang ada di lantai 3. Kali ini 'Delmar' nya perempuan :3

sini Cherish, liat kamera :3


Kalo yang ini udah punya nama, namanya Cherish. Artinya? Liat kamus aja deh ya :P Cherish ini agak kurang sehat kayaknya, soalnya badannya agak keriput dan beratnya juga 'cuma' 2 kg. Sebenarnya agak sedih liat kondisinya Cherish, cuma jadi terhibur soalnya si Cherish ini banyak gerak. Tangannya bahkan berhasil keluar dari bedongan ibunya. Lucu banget liat dia gerak-gerak terus :3 


~~~

Ada hal lucu lain selama dalam proses proyek ini. Setiap kali kami pindah lantai dalam usaha mencari 'Delmar' ini, suster yang 'mengantar' saya pasti memperkenalkan saya ke teman-teman suster lainnya yang jaga di piket lantai. Dan mereka selalu menanyakan alasan kenapa saya sampai mau capek-capek melakukan hal seperti ini. Saya cuma bilang, "Iseng doang sus," yang akan ditimpali dengan keriuhan tawa mereka dan wish mereka semoga punya anak yang  lahir di 8 Maret juga. 

Selain itu, ada perasaan aneh setiap saya masuk ruangan, bertemu mereka (ibu dan anak) dan melihat kondisi mereka berdua pasca melahirkan. Saya jadi sedih. Berulang kali saya nahan supaya ga nangis di sepanjang lorong, atau ketika saya memberikan doa untuk mereka. Saya memang bukan melankolis, tapi kondisi ini memang tidak umum. Saya seolah melihat masa lalu saya sendiri, 19 tahun yang lalu saya dan Ibu dalam kondisi yang sama. Saya yang masih merah, dan Ibu yang masih lelah.

Ada perasaan yang sama seperti saat saya menjajaki masa lalu saya dan keluarga di sesi Past That Matter beberapa bulan yang lalu. Sedih, tapi menenangkan dan membahagiakan.

Di dalam ruangan, saya hanya memanjatkan doa yang sama untuk para 'Delmar' ini. Semoga kalian semua selalu sehat, tidak menyusahkan orang tua, bermanfaat untuk umat dan selalu dalam lindungan-Nya.

Teringat dengan pertanyaan salah seorang suster saat menimpali jawaban aneh atas pertanyaan mereka, 

"Mas sudah lama melakukan hal kayak gini?"

Saya jawab, "Belum sus, baru kali ini."

Dan entah kenapa, setelah proyek ini selesai, ada happiness yang tidak pernah saya dapatkan di tempat lain. Entah kenapa saya jadi ingin mengulangi proyek ini lagi tahun depan, jika Allah menghendaki saya untuk hidup di bumi-Nya satu tahun lagi :)

Buat kamu-kamu yang penasaran gimana rasanya, silahkan dicoba sendiri ya :D Karena merayakan ulang tahun tidak melulu soal pesta, dan hura-hura. Kamu bisa jauh lebih berarti dibanding dengan apa yang kamu pikir selama ini :)

POSTED IN ,
DISCUSSION 4 Comments

4 Responses to : Mencari 'Delmar' Yang Lain

  1. mabdulatip says:

    out of the box mar.. #salut sumpah,, walau kelihatan gak ada kerjaan kayak gituan, tapi sepertinya ada hal yang jarang orang bisa merasakan.. *penderitaan ibu yang habis melahirkan..

  2. lah gue baru engeh kalo ada yang komen disini -___-
    iya ahaha alhamdulillah bang :))

  3. Anonim says:

    delmar.. entah kenapa aku inget blogmu setelah bertahun2 gak ketemu dan.. fond of with this post *so sweet :) -agnesia 49

  4. aku tidak kenal kamu, bahkan tidak pernah tahu bagaimana wujud manusia si delmar ini, tapi aku jatuh cinta sama tulisanmu ini, sangat menginspirasiku, makasih ya.. saya galih tristianni manajemen ipb 48 :)

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)