Selalu Ada Cara Untuk Kuliah! : Cerita Tentang Pokja SPP

Banyak yang bilang kuliah itu susah karena biayanya mahal. Saya tidak bisa membantah argumen ini karena pada dasarnya kata 'murah' dan 'mahal' adalah relatif, sama sekali tidak mutlak. Tapi saya ingin mengatakan bahwa ada banyak sekali cara yang dapat ditempuh untuk membayar biaya kuliah. 

Nyatanya, di kampus saya, IPB, ada banyak sekali beasiswa yang dapat diambil oleh mahasiswa. Beasiswa perusahaan, beasiswa dari instansi pemerintah dan lain sebagainya. Pokoknya banyak, tinggal gimana mahasiswanya mau usaha lebih atau tidak.

Tahun ini, saya diamanahkan di Departemen Adkesmah BEM Fateta IPB 2013. Salah satu amanah yang diberikan kepada kami adalah memastikan bahwa tidak ada satupun mahasiswa Fateta yang aktif yang kesulitan dalam membayar SPP semester. Tidak boleh ada satupun mahasiswa Fateta yang cuti ataupun dinon-aktifkan hanya gara-gara masalah SPP. Salah satu sistem penjaminan yang diterapkan di Fateta (dan di seluruh fakultas di IPB juga sebenarnya) adalah sistem Pokja SPP.


salah satu publikasi Pokja SPP di Fateta
Pokja SPP pada dasarnya adalah uang pinjaman yang diberikan pihak fakultas untuk membayar biaya SPP semesteran mahasiswa. Uang ini bisa berasal dari banyak sumber, tergantung kebijakan masing-masing fakultas dan BEM yang membumikan program ini ke mahasiswa luas. 

Alhamdulillah, Fateta adalah salah satu fakultas yang memiliki dana cukup besar dalam pembiayaan Pokja SPP dibandingkan fakultas lain yang ada di IPB. Dananya terbilang lancar dan proses seleksi internalnya juga relatif lebih mudah. Ini semua karena hubungan yang erat antara fakultas dengan himpunan alumni fakultas.

Rasa syukur yang amat saya rasakan datang ketika kemarin hadir dalam rapat koordinasi Pokja SPP se-IPB dari Kementerian Kebijakan Kampus BEM KM IPB. Di forum itu, semua fakultas memberikan penjelasan kondisi perkembangan Pokja SPP di fakultas masing-masing. Saya, sebagai satu-satunya wakil dari Fateta merasa beruntung. Fakultas lain menggunakan formulir dari BEM KM yang banyak detilnya, seperti kondisi atap rumah, rekening listrik dan lain sebagainya. Sementara di Fateta formulir yang saya gunakan sudah dibakukan fakultas dan hanya selembar dan sangat simpel.

Sementara di fakultas lain pinjaman dibebankan dengan tenggat waktu kira-kira 1-2 tahun, di Fateta malah mahasiswa bisa mengganti uang pinjaman saat sudah lulus dan memiliki pekerjaan. Sementara di fakultas lain advokasi BEM-nya harus melibatkan rektorat karena dana fakultas sering tidak cukup, di Fateta alhamdulillah dananya selalu tersedia sampai sekarang.

Apa rahasianya?
Pertama Fateta memiliki jalinan alumni yang kuat. Alumni Fateta juga terkenal banyak menduduki posisi strategis di industri, jadi masalah uang bukan lagi masalah :)

Kedua, Fateta menyandarkan program Pokja SPP-nya pada kepercayaan penuh. Ini yang membuat saya terharu ketika Bu Darsah, bendahara fakultas menceritakan detil program ini ketika ngobrol-ngobrol di ruangan beliau beberapa minggu yang lalu. Alasan mengapa Fateta mengeluarkan formulir baku yang simpel karena Fateta menaruh kepercayaan pada mahasiswanya. Kalau-kalau memang membutuhkan pasti akan dilayani.

Lalu yang bikin saya acung jempol untuk sistem Pokja SPP Fateta adalah kepercayaan penuh fakultas bahwa mahasiswanya akan membayar uang pinjamannya. Tadi kan sudah saya jelaskan bahwa Pokja SPP adalah dana pinjaman untuk membantu bayar SPP dan bayarnya bisa dilakukan setelah lulus dan sudah mendapat pekerjaan.

Lalu siapa yang akan menjamin mahasiswa akan mengganti uangnya saat sudah lulus nanti?
Jawabannya : tidak ada.

"Kalau kata bapak (Sam Herodian - Dekan Fateta IPB) masalah kayak gitu masalah mahasiswa sama akhirat. Kami mah percaya saja" - Ibu Darsah - Bendahara Fateta IPB

Justru dengan sistem seperti ini, pundi-pundi fakultas untuk sistem ini terus mengalir.

Seringkali hal yang hebat dan luar biasa terjadi ketika kita menyandarkan masalah dunia pada langit :) 


publikasi Pokja SPP + timeline semester genap 2013
Bersama tim di Adkesmah, kami juga merancang publikasi yang menarik supaya banyak yang engeh bahwa ada program sehebat Pokja SPP. Kami sengaja pakai hashtag #bilangmamaadaPOKJA supaya banyak yang mau tau tentang program ini. Karena masalah utama dari tahun ke tahun adalah minimnya informasi tentang program ini.

Sampai saat tulisan ini saya buat, sekitar 26 orang mahasiswa Fateta dari 3 angkatan sudah apply untuk pinjaman Pokja semester ini. 

Semoga dilancarkan. Karena selalu ada cara untuk bisa kuliah :)

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)