Hanyutnya Harapan di Ibu Kota

Kompas, Rabu, 16 Januari 2013

JAKARTA, KOMPAS - DKI Jakarta sebagai ibu kota negara tidak memberi harapan. Jakarta sangat rentan terhadap banjir setiap kali terjadi hujan deras, tingginya pasang, dan banjir kiriman dari Puncak, Bogor, Jawa Barat. Pemerintah pusat tidak bisa membiarkan kondisi ini terus terjadi menahun.

Hasil pemantauan Kompas, Selasa (15/1) pagi hingga malam, jutaan warga dari DKI Jakarta, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi kesulitan beraktivitas di ibukota karena banyak jalan dilanda banjir. Sedemikian menjengkelkannya, suasana Ibu Kota kemarin benar-benar tidak memberi harapan. 

Saya merasa sangat tergelitik dengan headline Kompas di atas. Jakarta merupakan pusat segala-galanya di Indonesia. Pusat pemerintahan sekaligus pusat perekonomian negara. Banyak orang, di pulau-pulau lain menganggap tanah Jawa dan Ibu Kota Jakarta adalah tanah harapan mereka.

Kompas, dengan headline di atas, ingin mengatakan bahwa saat banjir seperti ini, Ibu Kota yang adidaya di Indonesia, pusat segala-galanya, ternyata takluk, kalah telak dari banjir. Bukan berarti saya membenci kerja Pak Jokowi, karena memang beliau baru memimpin Jakarta dalam beberapa bulan. Banjir bukan kesalahan salah satu pihak saja. Ia adalah hasil dari kesalahan yang kolektif dan sembarang. Buah kegagalan berteman dengan alam.

Dan buah ini, telah menghanyutkan harapan warga Ibu Kota.

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)