Waktu Yang Tepat

Sebelum memulai tulisan ini, saya ingin meminta maaf terlebih dahulu jika ada kata-kata/kalimat dalam tulisan ini yang mengganggu ataupun melukai perasaan siapapun yang membaca. Ada beberapa orang yang memang sensitif sekali dengan tema seperti ini. Sekali lagi maaf.

Teman-teman saya semasa SMA seringkali menempatkan perempuan ke dalam dua golongan, yakni perempuan yang layak untuk menjadi pacar dan perempuan yang layak untuk menjadi istri. Saya sepakat dengan mereka, sampai beberapa waktu yang lalu. Sampai kemudian saya sadar bahwa penggolongan tersebut tidak selamanya valid. 

Bagaimana ya? Duh sulit sekali menjelaskan ini -__-"9

Intinya adalah kedua hal itu bukanlah 'golongan' seperti golongan darah yang bersifat mutlak, tapi lebih ke arah 'level' atau 'tingkatan'. Perempuan yang layak untuk dijadikan istri adalah mereka yang memiliki pemahaman dan tingkat kedewasaan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan yang layak dijadikan pacar. Ini cuma masalah pemahaman saja. Tidak ada sama sekali kehinaan di antara mereka. 

Dan untuk mereka yang layak untuk dijadikan istri, perlakuannya juga harus berbeda. Mereka adalah para wanita yang hanya menyediakan jawaban 'ya' atau 'tidak' atas pertanyaan serius terkait dengan masa depan mereka. Mereka tidak pantas dan tidak pernah menyediakan jawaban untuk pertanyaan yang tidak serius dan main-main. 

Penghormatan untuk mereka yang layak untuk dijadikan istri adalah dengan meminta jawaban atas mereka pada waktu yang tepat. Hanya pada waktu yang tepat.

Laki-laki yang baik, adalah mereka yang hanya akan melakukan yang benar kepada perempuan yang tepat. Hanya akan melakukan yang benar, kepada perempuan yang tepat.

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)