Past That Matter 3rd Chapter

Read the prologue first, click here.

Chapter ketiga ini adalah chapter terakhir dalam rangkaian Past That Matter untuk seri kali ini (ya, selanjutnya akan ada ragam foto jadul yang akan saya post, entah kapan -_-) Di chapter terakhir ini berisikan foto-foto saat saya sudah mulai beranjak besar, sekitar tahun 1996-1997


Foto ini diambil saat saya sekeluarga sedang jalan-jalan ke TMII. Seseorang yang menuntun saya adalah mbah kakung saya dari pihak ayah yang sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Beliau adalah seorang carik di sebuah desa yang sangat dekat dengan desa tempat Jenderal Soedirman dilahirkan, yakni Desa Bantarbarang. Desa kami, Wanogara, saat ini adalah tempat bersemayamnya monumen yang didirikan negara sebagai bentuk penghormatan bagi Jenderal Soedirman. 

Beliau ini bukan carik desa sembarangan, mengingat di satu desa hanya sedikit orang yang memiliki kemampuan membaca dan menulis yang cukup. Beberapa tahun yang lalu, saya pernah melihat sebuah piagam penghargaan tertulis tergantung di atas kamar beliau di desa. Sebenarnya piagam itu sudah lama ada di sana tapi saya tidak pernah menyadarinya. Setelah saya ambil bangku dan naik ke atasnya, saya baru sadar bahwa itu adalah penghargaan dari salah seorang mantan Menteri Dalam Negeri RI, atas jasa mbah saya sebagai carik. Saya juga tidak tahu betul apa prestasinya, tapi mendapat penghargaan dari menteri itu luar biasa :D 

Mbah juga terkenal sebagai orang yang sangat-sangat penyabar, baik dan tulus hatinya. 


Ini adalah foto keluarga resmi terlengkap pertama semenjak saya lahir. Saya ingat betul itu saya berdiri dengan alas meja telepon. Mejanya bundar, kayu, kecil, dan tidak stabil. Itulah sebab kenapa muka saya agak tegang sendiri, lengkap dengan tangan yang mencengkeram ibu.

Mbak dan mas juga sangat berbeda jika dibandingkan dengan yang saya post di chapter 1 :D



Ini adalah salah satu foto favorit saya :D Setting tempat dan waktunya sama seperti foto yang pertama, di TMII. Foto ini diambil saat saya pertama kalinya naik kereta gantung di TMII. Di hadapan saya ada.... ada siapa ya saya lupa -__- 



Ini juga salah satu foto yang saya suka. Saya (berbaju kuning dan bertopi) sedang bermain bersama teman sebaya di lingkungan rumah. Yang paling kiri itu Mbak Vita, sekarang sudah jadi perawat, di sebelah kanan saya ada Mbak Melly yang beberapa waktu yang lalu lulus dari Teknik Industri ITB. Yang berbaju biru adalah Aji, teman saya yang hanya beda 4 hari lahirnya, dia lahir tanggal 4 Maret 1994. Dan yang paling kanan adalah Arsyi, kakaknya Aji.

Foto ini menjadi sangat terkenang karena merupakan saksi bisu generasi F1 (gen ke-1) terakhir di lingkungan rumah kami. Generasi 'anak-anak' yang ada di lingkungan rumah saat ini adalah generasi 'cucu' (F2), anak dari generasi F1. 



Saya tidak menyangka bahwa permen Fruit Tella sudah ada saat saya masih sekecil ini. Tapi saya masih ingat kalo saya pernah suka banget sama permen ini. Saya lupa mengecek ini diambil pada tahun berapa, tapi seingat saya sudah saat saya berumur 3 tahunan. 


Keep calm. B)

DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)