Past That Matter 1st Chapter

Read the prologue first, click here

Chapter pertama ini berisi tentang foto-foto yang sudah ada semenjak saya belum dilahirkan. Rentang waktu dalam foto-foto di chapter ini (mungkin) berkisar antara tahun 1980-an - 1992. Ya ini saya taunya setelah tanya ibu dan tanggal yang ada di foto aslinya (kalau cetak film biasanya di bagian tengah bawah ada tanggal, bulan dan tahun) 


Saya kurang tau betul foto di atas ini tahun berapa, yang pasti ini udah jadul parah, mungkin hampir 30 tahun silam -___- Yang paling kiri itu mbak Amalia yang sekarang udah ada di Amerika dan tinggal di sana sama keluarganya (ya ampun mbak Lia dulu cupu banget haha) Sampingnya ada adeknya mbak Lia, mas Lukman. Dia sekarang badannya gede banget kayak babon. Dulu ternyata mukanya tirus. Dua yang di tengah itu kakak saya, mbak Ninuk sama Mas Dede. Yang paling kanan itu paman saya. Anyway di antara mereka cuma mas Lukman doang yang belum nikah dan belum punya anak, sisanya semua sudah berkeluarga.

Kalau anak-anak mereka lihat keadaan orangtuanya saat masih kecil rasanya gimana ya? Hahaha


Foto di atas adalah foto ayah, kakak dan ibu. Foto ini kayaknya diambil saat baru pindah ke rumah baru di Chandra. Berarti mungkin sekitar tahun.... entahlah -_- Yang pasti mereka bertiga sekarang sudah sangat sangat berubah, apalagi mbak Ninuk yang sekarang sudah punya momongan.


Saya hampir yakin bahwa foto di atas diambil di rumah mbah di Cipinang Pulomaja. Sampai sekarang pun layout rumahnya tidak berubah. Ini adalah keluarga besar ibu saya. Laki-laki yang ada di paling kiri foto ini adalah mbah kakung saya dari pihak ibu, yang belum pernah saya temui karena sekitar 4 bulan setelah saya lahir, beliau meninggal. Beliau adalah mantan supir lokomotif uap Jakarta-Cikampek yang jarang pulang berhari-hari karena kecepatan loko yang menyedihkan dibanding saat ini. 



Kedua foto di atas mengambil latar dan waktu yang sama persis. Yang baju putih itu mbak Amalia, yang baju merah itu mbak Ninuk, baju merah strip hijau itu mas Dede dan baju biru adalah mas Lukman. Keempatnya ada di foto yang paling pertama. Dari foto ini kita bisa melihat perkembangan dari foto yang paling atas tadi. Paling tidak engga cupu-cupu amat kayak foto yang pertama :P 



Ini foto ayah dan ibu di teras rumah. Rumah. Masih sangat terlihat muda :) Satu lagi daya tarik foto ini adalah tentang lay out rumah. Sekarang lay out rumah saya sudah tidak seperti ini. Saya lupa kapan dipugarnya. Saya ingat betul waktu keadaan rumah masih seperti ini, halaman depan rumah (sisi kanan foto) masih ada rumput yang tumbuh. Sekarang sudah tiada.  


Saya tidak tahu pasti di mana foto ini diambil, tapi foto ini adalah gabungan foto keluarga saya dan keluarga mbak Amalia. Saya dan mbak Lia itu sepupu, dan ibunya mbak Lia adalah bude saya. Mereka, seperti foto-foto lainnya terlihat sangat berbeda dibanding yang sekarang. 

Chapter 1 End.

DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)