Cerita di Balik Video ‘Visualisasi Mimpi v1.0’

“Tugas kalian setelah ini, buat video visualisasi mimpi versi kalian sendiri. Deadline 3 minggu dari hari ini.” – Bang Bachtiar, 7 Oktober 2012

Titah sakti mandraguna ini turun setelah kami mendapatkan materi tentang kepemimpinan profetik Nabi Yusuf AS yang menceritakan mimpinya kepada ayahnya. Titah itulah yang menjadikan seluruh penghuni asrama regional 5, eh bukan, seluruh regional PPSDMS di Indonesia ketibanan tugas baru selain tugas rutin bulanan. Ditambah dengan masa UTS dan ujian kenaikan tingkat Tae Kwon Do, menjadikan bulan Oktober salah satu bulan yang paling menguras energi dalam semester ini.

Minggu pertama setelah pemberian titah tersebut, seisi asrama mulai mengambil ancang-ancang pasti. Ada yang mulai cari software dan situs online editing video yang ciamik hingga editing foto wajah supaya terlihat lebih ganteng, Lebih ganteng sedikit. Sedikit. Banget.

Saya? Nihil.

Ada beberapa alasan kenapa ancang-ancang saya dalam pengerjaan video ini terhitung lemot. Yang pertama, software rekomendasi teman untuk editing video tidak dapat berjalan di laptop saya. Laptop saya emang rada bermasalah sama software canggih, umur baru 3 tahun tapi sistemnya udah lansia. Buka Microsoft Word aja butuh pengorbanan, proses shut down laptop aja bisa sambil tidur-tiduran 5 menit baru bisa beneran mati.

Setelah perenungan beberapa lama, juga karena dilandasi rasa ‘ingin beda’, saya memutuskan untuk bermain video bentuk yang lain. Terinspirasi dari stop motion panitia MPKMB untuk visualisasi pertanian beberapa bulan yang lalu, saya jadi pengen bikin juga, dengan bentuk yang jauh berbeda.

Berarti langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari kru untuk membuat properti. Awalnya ingin buat sendiri, tapi akhirnya ga kuat. Mau minta tolong temen asrama, ga enak karena mereka juga ada tugas yang sama. Lagian nanti jadi kurang surprise :P Mau minta tolong anak departemen juga ga enak, soalnya sudah menjelang masa UTS dan tugas kuliah serta praktikum makin hari makin menggila. Tapi karena ga ada pilihan lain, akhirnya saya menawarkan permintaan tolong saya.

Alhamdulillah, mereka mau membantu =D

Awalnya kru saya cuma berempat dengan Muhaimin, Dila, Hanum, sama Ria. Menyusul Imam, Kholiq, Sendy sama Iis. Proyek pembuatan properti dan rekaman murni seluruhnya dilakukan pada masa UTS. Pulang UTS kami kumpul di korfat, berkutat dengan kamera, tripod dan bermacam-macam asturo warna-warni lengkap dengan peralatan prakarya lainnya seperti gunting, lem, dobeltip, dan beberapa biskuit.
kondisi Koridor Fateta setelah diacak-acak


Anehnya, mereka-mereka yang membantu saya malah keasikan sendiri. Ide-ide segar datang dari mereka. Naruh ini itu, bikin bebek -yang sebenarnya saya masih ga ngerti kenapa harus ada bebek-, awan, matahari, dan berbagai properti kertas lainnya.
membangkitkan naluri prakarya SD
BERANTAKAAN
Yang membuat saya sangat terharu dengan mereka adalah semangat mereka. Semangat mereka yang rela menunggu saya ambil tripod, rela menunggu saya mengerjakan ini itu dulu, membuat saya merasa malu sendiri. Ini proyek saya kenapa mereka yang lebih semangat? Dan ini dikerjakan saat masa UTS, kok mereka rela sih mengorbankan waktu belajar mereka buat bikin video ga jelas?

Yang pasti, keberadaan mereka membuat saya sadar bahwa mimpin saya harus dipertanggungjawabkan. Karena mereka sudah berusaha keras dalam pembuatan visualisasinya.

Terima kasih. :) dan mohon maaf karena saya gagal mengeditnya dengan baik dengan skill dan laptop yang demikian menyedihkan T.T

RIA.HANUM.FADILA.KHOLIQ.IMAM.SENDY.IIS.MUHAY
THANKS A LOT! :D

URL Videonya dapat diakses di : http://youtu.be/LpBVNf5U74g 


Tambahan  : Dalam video tersebut, ada seekor puppet kodok hijau yang tiba-tiba muncul. Namanya Aisyah, dia teman baru saya di kamar asrama. Posting lebih lengkap tentangnya akan saya tulis beberapa minggu ke depan =D
Namanya Aisyah :3

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)