Menikmati Hujan

"Kalo lagi ujan begini, paling enak pulang ke Asrama TPB, mandi, ganti baju, tidur-tiduran atau main laptop sambil menunggu dengan tenang semangkuk mie kuah double teteh kantin. Ya engga bos? :D" - Saya, dalam sebuah SMS dua hari yang lalu yang saya kirimkan ke seluruh teman sekamar di 237

Sampai detik ini, belum ada yang bisa menandingi nikmatnya menikmati hujan Bogor selain di Asrama TPB. Mengingat betapa santainya hidup di TPB, maka hujan pun dapat dengan khidmat dinikmati bersama kawan sekamar.

Sore-sore. Pulang kuliah. Dinginnya hawa kamar. Hangatnya mi kuah. Cerianya suasana kamar.

Kalau sekarang?  Sore-sore. Masih di kampus untuk praktikum.
Sulit juga melakukan transformasi makna 'menikmati'. Masih menunggu waktu sampai makna 'menikmati' itu melipat ulang bentuknya dan menyesuaikan dengan kondisi yang sekarang.

"Yoi mar tambah garuk-garuk perut sambil ngadep jendela" - Rifki Putra Adimulia, balesan sms di atas

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)