Contribution on The Spot 2nd & 3rd Episode: (Lagi-lagi) Bara


Contribution on The Spot 2nd Episode, Selasa, 31 Juli 2012, 06:30-10:00 WIB

“Yang kedua pake kelompok yang kemaren aja. Tempatnya sama, tapi bentuk kontribusinya harus beda.” – MA Regional V

Hari Senin saya sudah mulai galau karena pengumuman lanjutan tentang CoTS esok hari tidak muncul-muncul. Setelah disambangi di kantor, sang MA mengeluarkan pernyataan di atas, sekaligus memulai pencarian ide bakal ngapain aja kami esok hari. Malamnya kami belum mencapai titik temu dengan kelompok. Baru mulai diskusi lagi setelah Al-Ma’tsurat pagi-pagi ba’da subuh dan brifing beberapa kegiatan Ramadhan Regional V. 

Saya sejak habis subuh udah ngantuk berat, entah kenapa (bukannya selalu gitu Mar?) Sampai kelar briefing juga masih ngantuk parah. Kelompok saya sudah mulai diskusi, saya mati konyol di tengah ruang keluarga sambil tengkurap. Yang lain sudah mengeluarkan ide, bahkan beberapa kelompok sudah mulai bergerak ke TKP masing-masing, dan saya masih tidak sadarkan diri.

Sampai akhirnya seorang teman bertanya kepada saya yang masih tergeletak dan saya bilang dengan spontan:

 “Yaudah gini aja, pegang kertas yang isinya pesan apa kek, berdiri di Berlin sambil pake helm biar ga malu”

bayangan saya sih kayak gini
Ini sebenarnya terinspirasi dari salah seorang teman saya yang hobi banget melakukan ini pas rapat. Tulisannya aneh-aneh, mulai dari “Jangan marah”, “Ayo focus” dan lain-lain lah. Saya mengungkapkan ide ini sekenanya aja, tanpa pikir panjang. Bayangan saya, yaa bikin tulisan yang menyangkut tentang Ramadhan lah, sekalian mengingatkan orang-orang. Sebenernya saya juga males sih melakukan ini, aneh banget rasanya. Namanya juga asal ceplos.

Anehnya, ternyata satu kelompok setuju. Sebenarnya ini ide saya yang memang brilian apa mereka yang sudah habis akal? Entahlah.
Kegiatan selanjutnya: mandi, persiapan, eksekusi!
~~~
Tim lapang dari kelompok ini adalah Muis, Ahmad, Ari, Arif, Barli dan saya. Adzkiy standy di asrama untuk bikin laporan. Karena saya pencetusnya, akhirnya secara tidak langsung saya punya tanggung jawab buat jadi koordinator lapang buat episode ini. Sekali lagi saya jelaskan biar terbayang, konsep awalnya adalah kita ingin menyebarkan pesan-pesan kebaikan terkait dengan bulan suci Ramadhan dengan media kertas buram. Kertas buram itu kita tulis satu persatu dengan tulisan-tulisan yang mengingatkan kita akan kebaikan. Contohnya adalah, “Perbanyak istighfar”, “Cemungudh eaaa puasanya”, “Jagalah hati”, “Bisa jadi ini ramadhan terakhir kita”, dan “Kalo puasa disayang papa dan mama”.

Kertas-kertas ini dipegang oleh salah seorang dari kami yang berdiri stand-by di pojok jalan Babakan Raya, tepatnya di kawasan tembok Berlin. Sang pemegang kertas hanya berdiri stand-by di spot-spot tertentu dan mengganti tulisan-tulisan yang dia pegang. Awalnya kami ingin agar identitas sang pemegang kertas tidak ketahuan, maka kami menggunakan sarung untuk menutupi wajah dan jaket hitam untuk menyamarkan identitas kami.
sebelum eksekusi, di pos sementara di Berlin
Di masa percobaan, dua orang pemegang kertas awal adalah Arif dan Muis. Situasi berubah menjadi aneh ketika tim lapang kami menemukan beragam reaksi tidak normal yang ditunjukkan oleh para pejalan kaki yang lewat. Saya memonitor reaksi orang-orang dan ternyata banyak yang ketakutan. -___-
awalnya kami begini karena susah cari helm -_-

kenapa ditutupin? rada kurang pede sama muka
Akhirnya setelah 3 menit melakukan percobaan pertama, kami segera mundur dan melakukan evaluasi. Setalah dikaji, masalahnya terletak pada penampilan kami yang terlalu menyeramkan. Pemecahan masalahnya adalah segala atribut tersebut dilepas dan para pemegang kertas polos hanya menggunakan pakaian asli mereka, serta ditambah senyuman yang manis dan menyenangkan. Alhamdulillah, percobaan kedua dan seterusnya dengan metode ini berhasil dengan sukses. Respon masyarakat bagus, banyak yang senyum dan ketawa liat pesannya. Arif bahkan dibilang ganteng sama yang lewat haha.


Ini secara tidak langsung mengajarkan kami bahwa ternyata kebaikan harus disebarkan dengan cara yang halus, ceria dan menyenangkan. Respon masyarakat akan lebih menerima ketika kita tampil dengan wajah yang menyenangkan :)

Contribution on The Spot 3rd Episode, Rabu, 8 Agustus 2012, 16:00-18:00 WIB

“Kelompoknya sama, tempatnya semua di Bara ya, kontribusinya harus beda” – MA Regional V

Kalimat itu menakdirkan kami melakukan CoTS tiga kali berturut-turut di tempat yang sama. Membosankan -___-

Karena mau menjelang berbuka akhirnya kita sepakat dengan ide yang sederhana: membantu masjid di sekitar Bara menyiapkan takjilan sekalian numpang berbuka disana. Juga penyebaran kertas tentang manfaat puasa ke jamaah setempat.
Masjid Miftahul Jannah, romantis ye pinggir danau :p
Reportnya tidak banyak karena memang hal yang kami lakukan hanya membantu marbot dan membelikan gorengan tambahan juga menyelipkan selebaran di bawah gelas air minum jamaah.
waktu lagi nyiapin takjilan
bapak-bapak jamaah yang baca selebaran yang kami sempil di bawah gelas
DONE. Misi sukses terlaksana.

POSTED IN ,
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)