National Leadership Camp 2012 – Day 1 : Lipat Ulang!

“Sama sekali ga pantas Anda bertemu saya jika IP Anda <3.5, saya akan suruh kalian keluar jika ketemu! Yang IP nya di bawah 3.5 itu orang-orang brengsek!” – Dr. Arief Munandar

Rabu, 11 Juli 2012
Depan Asrama PPSDMS Reg V, 09:30 WIB
Kami berdiri dengan seluruh barang bawaan kami, yang rata-rata 2 tas. Saling menunggu teman-teman lain yang sepertinya dalam perjalanan menuju asrama. Juga satu orang yang memegang kunci keberangkatan kita ke Jakarta pagi ini, Macrush, yang bertugas menjadi PJ angkot untuk mengangkut kami ke stasiun Bogor.

Setelah 3 angkot datang, kami berhamburan masuk ke dalamnya. Naik ke dalam angkot dengan sukacita menuju stasiun kereta.


Stasiun Lenteng Agung, 11:32 WIB
Ini momen yang ga terlalu penting, cuma saat beberapa orang yang pertama kalinya baru naik kereta mulai udik dan kelihatan begitu bergembira -__-


Gedung Pusat PPSDMS, 11:45 WIB
Setelah sampai kami dapat waktu sebentar untuk mampir ke warteg di samping gedung pusat PPSDMS. Perut saya mual, dan ga nafsu makan juga. Alhasil cuma makan buah pisang. Empat buah pisang (katanya ga nafsu makan le?). Berhubung ini buah favorit saya, jadilah saya kalap saudara-saudara, enak pula pisangnya. 

Setelah makan rombongan dari Bogor segera digiring ke belakang gedung pusat, tepatnya di musholla yang sedang dibangun di belakang gedung. Setelah sholat dzuhur dan ashar disana (baru inget ternyata rombongan Bogor juga melaksanakan sholat jama' qasar selama NLC) kami dibariskan di depan gedung pusat. Sadar karena barisnya bukan per regional, saya mulai bingung. Ternyata barisnya dibagi per kelompok, dan kelompoknya ditempel di dinding dalam kantor pusat. Saat kenalan ternyata ada satu muka yang familiar, kakak kelas saya di SMA yang sekarang kuliah di Fasilkom UI, bang Dimas Agung Saputra a.k.a Adang. Dan ternyata dia yang jadi ketua kelompok saya.

Setelah selesai baris-berbaris ditambah dengan omelan dari Bang Acai -supervisor Regional 1 Pa Jakarta- karena barisnya lumayan berantakan, kami dimobilisasi menuju Gedung P4TK yang kira-kira berjarak 1 kilometer dari gedung pusat. Saya berkenalan dengan cukup banyak orang sepanjang perjalanan. Dari mulai ujung timur regional di Surabaya, Bandung, Yogyakarta dan tentu saja tuan rumah, Jakarta. 


Gedung P4TK Lenteng Agung, 14:30 WIB
Segera setelah sampai ke tempat tujuan saya baris per regional, dan dibagi ke kamar masing-masing. Kamar saya adalah kamar 'institut', karena lengkap semua institut besar di Indonesia bercokol di kamar saya. Satu kamar ada tiga orang, selain saya dari IPB, ada Dita Ahmeta dari Teknik Kimia ITS dan Deny Karamallah dari Teknik Pertambangan ITB. 

Setelah kenalan sama mereka, kami latihan hymne dan mars PPSDMS, langsung sama penciptanya, Bapak Ali Mukhtarom yang emang katanya bang Nazrul kerjaannya emang menggubah lagu. Setelah berlelah-lelah bersuara lantang akhirnya kami dapat jatah makan malam.

Makan malamnya, yaaa seperti biasa latihan kepemimpinan, dipimpin sama TNI AD -___-. Waktunya cuma dikasih beberapa menit, maksimal 5 menit setiap kali sesi makan, dan rasanya itu nelen rendang sama nelen nasi sama aja, ga dikunyah dua-duanya.

Akhirnya setelah makan, kami diberikan welcoming speech dan penjelasan bagaimana jalannya acara NLC ini selama 6 hari oleh bang Aji, Manajer Bid. Program PPSDMS. Setelah dapet penjelasan tentang keseluruhan jalannya NLC, kami mendapat materi pertama dari bang Arif Munandar.

Materi inilah yang kemudian menginspirasi pemberian judul Lipat Ulang! di laporan hari pertama. Materi pertama ini judulnya Transformasi Paradigma Peserta PPSDMS dan inti dari materi ini adalah menyamakan tensi, dan pandangan mengenai beberapa hal fundamental. Membuka lipatan otak kami, dan melipatnya kembali dalam bentuk yang berbeda


Materi 1        : Transformasi Paradigma Berpikir Peserta PPSDMS
Narasumber   : Dr. Arief Munandar, SE., ME
11 Juli 2012, 20:00-22:00 @ Auditorium HB Yasin P4TK Jakarta

Memoar:
- Profil peserta PPSDMS adalah orang-orang yang shalih dan kuat secara fisik. Yang paling beliau khawatirkan : PPSDMS direduksi dari sekolah calon pemimpin menjadi sekadar sekolah mahasiswa berprestasi
- PPSDMS bukan tempat tinggal gratis, dan sama sekali bukan tentang pemuasan kepuasan pribadi
- Peserta PPSDMS yang tidak memiliki keinginan untuk menyampaikan kebaikan agam Allah, lebih baik pulang!
- Terlalu banyak infak orang-orang baik yang telah dititipkan untuk menghidupi institusi ini
- Anak PPSDMS tidak diperlukan di masjid, terlalu banyak orang-orang shalih berkeliaran di sana! Bayangan saya anak PPSDMS mainnya di BEM, jadi anak basket dan tempat-tempat strategis lainnya. Kalau sampai ada anak PPSDMS UI ketemu saya terus di MUI saya tendang kalian! 
- Kalau IP 4 itu ada, Anda harus IP 4!
- Sama sekali ga pantas Anda bertemu saya jika IP Anda <3.5, saya akan suruh kalian keluar jika ketemu! Yang IP nya di bawah 3.5 itu orang-orang brengsek!
- Buat apa menjadi manusia yang kehadiran dan ketidakhadirannya tidak menimbulkan perubahan apapun di dunia, Orang-orang seperti ini mati saja!
- Agama itu akal, tidak ada agama untuk orang-orang yang tidak berakal
- Arief Munandar ketika masuk kelas S3 di bidang sosiologi di Universitas Indonesia pernah berjanji untuk mendapatkan IPK 4, lulus dengan waktu 2.5 tahun, dan nilai disertasi 98.5. Catatan ini adalah yang tertinggi dalam sejarah program studi tersebut. Beliau meraihnya dengan berbagai perjuangan karena harus melawan penyakit radang paru-paru yang menggerogoti dirinya saat itu.Tapi karena dia sudah berjanji pada dirinya sendiri atas targetnya tersebut, beliau berhasil membayarnya lunas. Lunas. Semuanya.
- Pedang kadang tidak membutuhkan Al-Qur’an untuk tegak, tapi apakah Al-Qur’an dapat tegak tanpa adanya pedang?
- Paradigma pecundang: membenturkan, menyalahkan dan mengabaikan
- Masalah terjadi ketika kita terlalu sering mengasihani diri kita sendiri
- Ketika mengabaikan hal-hal kecil, maka kita akan mulai mengabaikan hal-hal besar
- Keterbatasan timbul sebagai akibat dari kecintaan berlebihan pada diri sendiri, maka dari itu carilah kecintaan yang jauh lebih besar dari diri sendiri agar keterbatasan itu tidak ada
- 6 tanggung jawab besar yang akan menghabiskan seluruh waktu dan tenaga kita bahkan seluruh waktu kita niscaya tak akan cukup untuk mengurus selain 6 hal ini:
1. Tanggung jawab terhadap apa yang kita pikirkan
2. Tanggung jawab terhadap perbuatan kita
3. Tanggung jawab terhadap sikap kita sendiri
4. Tanggung jawab terhadap keputusan kita
5. Tanggung jawab terhadap tindakan kita
6. Tanggung jawab terhadap warisan/legacy kita
Dan ke-6 hal tersebut, kita sama sekali tidak bertanggung jawab terhadap apa yang dipikirkanm diperbuat, sikap, keputusan, tindakan maupun warisan orang lain! Jangan ambil pusing dengan apa yang dilakukan orang lain terhadap kita. Jangan buang-buang waktu!
~~~
Saya khawatir telah mereduksi makna materi Bang Arief di atas  dengan metode penjabaran materi saya yang hanya menjelaskan poin-poin seperti di atas. Karena saya merasa materi ini adalah salah satu materi paling penting dalam NLC 2012, maka saya akan menjelaskan dengan inti yang mendasari materi-materi di atas :

Jadi intinya, PPSDMS ini sebenarnya hidup dengan menggunakan uang umat. Seperti yang pernah saya tulis di beberapa posting sebelumnya, PPSDMS menggantungkan kehidupan dan detak institusinya dengan menggunakan donasi dari beberapa perusahaan ataupun pribadi. Mereka, orang-orang baik yang menitipkan infaknya untuk menghidupi institusi ini sangat berharap bahwa dengan infak dan zakat mereka akan lahir generasi penerus bangsan yang mampu meneruskan perjuangan penegakan nilai-nilai kebaikan di bumi Indonesia. Jadi, masihkah kita bermain-main dengan uang umat ini? Ini sungguh sebuah program serius dengan pertanggungjawaban yang tidak ringan.

Kemudian anggapan orang-orang luar PPSDMS yang 'hanya' menganggap bahwa PPSDMS adalah tempat orang-orang berprestasi. Ini tidak salah, namun kurang tepat. Sejatinya PPSDMS adalah School of Future Leaders yang mencetak calon-calon pemimpin masa depan, bukan hanya sekadar karantina mahasiswa berprestasi, pimpinan organisasi kemahasiswaan dll. PPSDMS lebih dari itu. 

Tujuan yang diharapkan dari peserta PPSDMS adalah terciptanya orang-orang tangguh yang siap diterjunkan di masyarakat. Mungkin teman-teman merasa terganggu dengan kalimat: Anak PPSDMS tidak diperlukan di masjid, terlalu banyak orang-orang shalih berkeliaran di sana! Tapi yaa memang seperti itu -___- PPSDMS ingin membentuk orang-orang yang tidak 'jago kandang', karena ladang menyebarkan kebaikan yang sebenarnya adalah di tempat-tempat yang jauh tidak terkondisikan. Disanalah sesungguhnya tantangan itu terhampar. Tapi bukan berarti penyebaran kebaikan di masjid tidak penting. Sama sekali tidak.

Yang terakhir yang saya rasa perlu saya jelaskan lebih dalam adalah poin Pedang kadang tidak membutuhkan Al-Qur’an untuk tegak, tapi apakah Al-Qur’an dapat tegak tanpa adanya pedang? Maksud poin ini adalah, berapa banyak kekuasaan zalim tumbuh di muka bumi saat ini? Sesungguhnya kekuasaan di muka bumi dapat tegak meskipun tanpa Al-Qur'an di dalamnya. Terbukti banyak sekali penguasa zalim dapat berkuasa selama beberapa masa. Pertanyaannya, dapatkah kita menegakkan Al-Qur'an tanpa pedang? Apa bisa kita menegakkan kebenaran tanpa 'alat' untuk mencapai kekuasaan? Silahkan direnungkan.
~~~
Sepertinya hanya materi 1 ini yang saya jelaskan secara panjang lebar, mengingat banyak sekali hal yang perlu dijabarkan dalam materi ini. Materi selanjutnya akan sangat jarang saya jabarkan seperti ini, mayoritas hanya akan mentok pada penjabaran poin-poin memoar sahaja :)

Setelah materi, kami dievaluasi atas segala hal yang terjadi pada hari pertama ini. Setelah itu kami dipersilahkan istirahat dan menyiapkan diri untuk menghadapi hari selanjutnya.

Next Part NLC The Series 2012 : National Leadership Camp 2012 – Day 2 : Kenal Lebih Dekat

DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)