Contribution on The Spot 1st Episode: Pasar Kaget Bara


“Bara? Di Bara bakalan ga enak banget boi, bakalan ketemu banyak orang yang kita kenal. Kalo ketemu mereka entar ditanyain lah, ‘Lagi ngapain lo?’”

Episode pertama dari Contribution on The Spot yang harus saya lalui bulan ini bertempat di Pasar Kaget Babakan Raya (Bara). Pasar ini hanya ada ketika hari minggu pagi, sebuah waktu  dimana mayoritas warga Bogor tidak bisa membedakan dengan baik antara kampus sebagai institusi pendidikan dengan taman rekreasi gratisan. Banyak warga sekitar kampus yang gelar tiker bawa rantang dan makan bareng dengan keluarga mereka di kawasan kampus.

Hal ini yang menjadikan hari minggu padi di IPB adalah salah satu waktu yang sangat tepat untuk berjualan. Setelah waktu wisuda tentu saja.

Di episode pertama ini saya mendapat teman kelompok bareng Arif (GM 48), Ahmad (TMB 48),Ari (TIN 47) sama Barli (ITP 47). Kelompok lain mendapatkan tugas beraksi di Pasar Anyar, Stasiun Bogor, Taman Rektorat dam Terminal Laladon. Pengumuman kelompok baru diumumkan sabtu sore setelah latihan taekwondo sama sabeum Mukhlis yang berhasil membuat beberapa otot di daerah kaki sampai selangkangan kami hampir melar karena sesi orientasi. Diperparah dengan kondisi kami yang sebelumnya jarang olahraga dan latihan beladiri. Dahsyat. 

Malamnya kami langsung berunding dan mengkhayalkan beberapa hal tentang apa yang akan kami lakukan esok hari. Barli karena emang punya naluri aksi sama doyan ngomong banyak-banyak ngusulin buat orasi tentang kebersihan di Bara. Yang lain mangap karena sama sekali ga ngebayang di wilayah superdupercrowded-yang-bisa-jalan-aja-rasanya-subhanallah kita malah orasi. Walau metode Barli kita tolak, tapi tujuannya tetap kita terima: tentang kebersihan. Lebih spesifik: usaha pencerdasan dan pengurangan penggunaan plastik kresek.
Menanggulangi pertanyaan orang-orang yang kita kenal kalau ketemu di jalan, kami sepakat untuk menjawab dengan senyuman yang paling indah yang pernah diciptakan. Atau dengan jawaban nyeleneh lainnya.
 
Setelah dikaji lebih mendalam akhirnya kami melakukan tiga sesi dalam aksi 2 setengah jam besok. Sesi pertama kita bakal operasi semut bersih-bersih bolak-balik Bara dalam satu putaran sambil bawa trashbag gede. Sesi kedua kita bakal wawancara beberapa orang dan nanya tentang hal yang berkaitan dengan penggunaan kantong kresek dan bagaimana pendapat mereka. Sesi terakhir kita bakal bagi-bagi goodie bag gratis buat orang-orang yang bersedia kita kasih tantangan tertentu. Barli yang emang salah satu pentolan Himitepa (Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan) dan mereka masih punya banyak goodie bag sisa acara HAACCP Plasma bulan lalu.

Setelah dibagi tim, Ari jadi orang yang standby di asrama untuk bikin laporan dan terima live report dari lapangan. Sisanya termasuk saya menjadi tim lapangan. Misi dimulai jam setengah 7 pagi dan waktu habis pada jam 10 pagi. Dan inilah cuplikan aksi kami kemarin:

Pre-Session: Survei Lapang (06:45-07:10)
Sambil menunggu Barli menyatroni markas Himitepa untuk mengambil goodie bag yang kami perlukan untuk keperluan sesi terakhir, dan juga Arif dan Ahmad yang sedang mengambil beberapa logistik dari kampus, saya berinisiatif untuk survei lapang untuk mengetahui apa dan siapa aja yang bakalan kami hadapi hari ini. Cari spot-spot keramaian orang sama keramaian sampah bertebaran. Inilah beberapa gambar yang dapat saya ambil pada survey lapang tersebut


1st Session : Operasi Semut (07:30-08:00)
 “Serius nih mau turun sekarang? Laper banget gue, makan bubur aja dulu boi.”
“Yaelah entar aja rame-rame setelah kita selesai kumpul data sama foto, baru ngebubur.”
“Oke.”
“Kita susurin Bara, sekali bolak-balik. Jam delapan ketemu lagi di markas. Siap?”
“Siap.” 
inilah 'markas' kami selama 2 setengah jam
The word ‘markas’ actually reffering to pos polisi yang ada di pertigaan ujung Bara karena memang paginya kita briefing disana sambil menunggu peralatan yang dibutuhkan datang. Setelah mission statement, kita langsung jalan untuk melaksanakan sesi pertama nan mulia ini. Di akhir sesi, ternyata trashbag saya yang paling enteng dibanding yang lain. Entah karena mereka yang terlalu jago apa saya yang dungu dalam hal kayak gini. Entahlah.
Arif lagi melaksanakan tugas
2nd Session : Dialog dan Pencerdasan (08:15-08:50)
Sebenernya rada menyimpang juga sih kalau disebut dialog dan pencerdasan. Kesannya berat banget ya. Sebenernya kita cuma pengen nanya beberapa orang aja (terutama yang paling gampang diajak bicara ya ibu-ibu) dan nanya pendapat mereka tentang bagaimana penggunaan kantong plastik kresek di masyarakat. Kalau mereka belum tau, ya beritahukanlah mereka dengan cara yang santun dan tidak menggurui. Tim lapangan dibagi dua, saya dapet tim sama Barli untuk wawancara warga.
Barli wawancara bapak-bapak di deket GreenCo
nah yang ini saya yang wawancara, sama ibu Enong :D
 3rd Session : Games and Goodie Bags! (09:10-09:40)
This session supposed to be the most enjoyable session for this morning. Karena kita akan membagi-bagikan goodie bag gratis (dan keren pula) buat mereka yang mau terima tantangan kita. Tantangannya sederhana: melakukan apa yang kami lakukan di sesi kedua.

Tapi saudara-saudara, susah banget cari orang yang mau.

Akhirnya kita cuma ngasih tantangan ke anaknya ibu fotokopian di daerah Berlin. Saya kenalnya sama adeknya, namanya Shakira, saya lupa nama kakaknya ini siapa. Dia kami kasih tantangan disuruh teriakin jargon yang kami kasih dan akhirnya tantangan terlaksana.
kakaknya Shakira (lupa namanya siapa) waktu dikasih tantangan
waktu nerima hadiah, kenapa ekspresi anaknya berubah? -.-'

Sisa goodie bag ingin kita bagikan secara gratis ke orang-orang yang lewat. Tapi anehnya mereka juga banyak yang engga mau, padahal kita benar-benar ngasih dengan cuma-cuma tanpa tantangan apapun. Sepertinya masyarakat sedikit sensitif ya denger kata-kata gratis dan seringkali berkonotasi negatif. Entah barangnya cacat lah, bolong lah, padahal ini 100% baru bagus ada bonus teh celup di dalamnya. Beberapa belas menit kemudian, goodie bag habis dan kami meluncur ke warung bubur ayam.

Di warung bubur ayam kami  berencana untuk mengolah dan mengirim beragam foto dan data wawancara. Tapi ternyata size foto dari hape saya terlalu besar untuk di attach, dan sinyal modemnya payah berat. Alhasil kami langsung buru-buru pulang ke asrama untuk mengantar data dan foto yang diperlukan.

Seru juga melakukan kegiatan kayak gini, seperti yang saya bilang di post yang lalu, benar-benar seperti ‘reality show’ betulan. Semoga apa yang kami kampanyekan juga menjadi sesuatu yang akan terwujud suatu hari nanti, karena sampah plastik (masih) menjadi salah satu masalah besar di dunia ini. 

Contribution on The Spot 1st Episode: Pasar Kaget Bara, Completed!

POSTED IN ,
DISCUSSION 1 Comment

One Response to : Contribution on The Spot 1st Episode: Pasar Kaget Bara

  1. Miftahgeek says:

    wah, awas bikin crowded pasar yang udah crowded XD

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)