Blog Itu Ranah Publik, Bung!


Kemarin seusai waktu tarawih, saya menjalankan ritual rutin baru saya, menyalakan laptop menyala dan akun Facebook tetap dalam kondisi online, sambil mengerjakan segala tugas-tugas saat Ramadhan. Ohiya, sebelumnya selamat menunaikan ibadah puasa semuanya! Semoga kita diberikan kekuatan untuk menjalankan segala ibadah di bulan yang mulia ini, dan semoga tahun depan kita kembali diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan yang suci ini, lagi. Aamiin. :)


Oke, lanjut.


Saat saya sedang asyik masyuk dengan berbagai tugas saya, tiba-tiba a wild friend appeared di kotak chat saya. Seorang teman perempuan saat SMP. Sebelum ada ‘zon-zon’ yang mengganggu, marilah kita deklarasikan satu hal bahwa dia adalah perempuan baik-baik dan kami tidak memiliki hubungan yang khusus.


Intinya adalah dia ingin menanyakan kepada saya, apakah dia perlu mem-publish blognya atau tidak ke publik. Batin saya, “Lah ini orang punya blog ga pernah di-publish? Buat apa bikin blog?”


Dia lalu menjelaskan alasan kenapa dia takut untuk mem-publish blognya. Jadi ternyata si doi ini merasa terlalu blak-blakan di blognya. Dia sering menghasilkan tulisan-tulisan kurang jelas, curhat frontal, dan mention nama banyak orang. Setelah itu saya tanya balik, “Kalo isinya frontal kenapa mesti bikin blog? Kenapa engga buat file sendiri di laptop? Kan jadi lebih aman dan lebih puas rasanya”


Jawabnya, “Kalo gitu ga seru mar”


Teman saya ini menjadi refleksi dari banyaknya kesalahpahaman yang selama ini terjadi di dunia blog, terutama di kalangan remaja dan abege yang baru bikin blog (berasa senior aja saya -_-). Seringkali kita mengasosiasikan blog pribadi murni sebagai ranah pribadi yang tidak bisa diganggu gugat orang lain. Dan kemudian kita memperlakukan blog pribadi kita sebagai sebuah ajang untuk menumpahkan segala curahan hati, kegundahan, kekesalan dan kegalauan dengan cara yang blak-balakan, tanpa ada saringan kata-kata, dan yang lebih parah menyebutkan nama orang lain secara gamblang.


Padahal ketika kita membuat sebuah blog, ketahuilah bahwa blog kita telah masuk ke dalam sebuah jalinan tali yang luar biasa raksasa dalam jejaring dunia maya. Jika kita telah menyetujui terms and conditions dalam pembuatan akun blog, maka kita telah menyetujui bahwa kita bersedia untuk membagi seluruh konten yang ada dalam blog kita ke seisi dunia maya –kecuali jika Anda mem-protect blog Anda dengan password dan melarang Google melacak blog Anda-


Dengan konsekuensi terebut, jangan pernah memperlakukan blog Anda sebagai sebuah kertas pribadi yang hanya bisa Anda lihat sendiri. Orang lain juga akan melihat, entah bagaimana caranya. Alangkah bijaksananya kita sebagai pengguna blog untuk memanfaatkan media ini sebagai sarana syiar, penyebaran sesuatu yang kita yakini kebenarannya. Supaya jadi manfaat dan amal jariyah kita selama di dunia.


Yuk kita menjadi blogger yang bijaksana dan bermanfaat. :)


“Blog adalah syiar kebajikan” – Prof. Tb. Sjafri Mangkuprawira – Pembina Komunitas Blogger IPB   

POSTED IN ,
DISCUSSION 2 Comments

2 Responses to : Blog Itu Ranah Publik, Bung!

  1. Miftahgeek says:

    Nope. Saya pikir blog ya bergantung blogger nya. Bila dia menginginkan blog private, bukan sebuah kesalahan, karena berarti dia ingin menyimpan "curhat" nya secara online. Dan justru saya lebih setuju demikian daripada dituliskan di diary biasa yang bisa hilang, atau dituliskan dlaptop yang bisa dipinjam orang lain. Security internet lebih baik dalam hal ini dibanding dengan kedua opsi tersebut :)

  2. Bagus mar, boleh izin repost? dengan kredit tentunya :)
    Oiya sekalian promosi blog hehe diantywidyowaati.wordpress.com silahkan mampir walaupun masih "hijau", kalah jauh pokoknya sama punya delmar -__-

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)