Buah Tangan dari Leadership Talks! 2012

PPSDMS NF Regional V Bogor menyelenggarakan Leadership Talks! 2012 yang bertajuk “Pemimpin Yang Menginspirasi” pada 25 Februari 2012 di Auditorium Thoyib Hadiwidjaja, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Dari beberapa pembicara yang dijadwalkan hadir, ada dua pembicara yang tidak hadir pada kesempatan itu, yakni Ir. Joko Widodo (Walikota Surakarta) dan Suharna Surapranata (Mantan Menristek RI). Berikut adalah beberapa kutipan dari pembicara pada acara tersebut.

Sesi 1 (Urgensi Pemuda dan Kepemimpinan)
Dr. Kemal A. Stamboel, Psi, MSM (Anggota Komisi XI  Dewan Perwakilan Rakyat – RI)

“Bergaulah, cari banyak teman. Karena pertemanan masa mahasiswa dampaknya sangat panjang. Bangun network”  Kata-kata beliau ini menjelaskan bagaimana pengalamannya ketika membangun network ketika mahasiswa dan beliau mendapatkan efek manfaat yang luar biasa setelah terjun ke dunia professional. Istilahnya, di birokrat ada temennya jadi dirjen, di perusahaan ada temennya jadi direktur, mau main ke suatu negara ada temennya jadi ambassador. Keuntungan membangun network saat mahasiswa sangat besar.

“Tidak ada keterbatasan untuk mendalami berbagai bidang. Jenjang S1 hanya menciptakan rasionalitas berpikir. Tidak perlu ragu untuk bekerja di bidang lain. Intinya passion” Beliau bekata begini saat menjelaskan pengalaman bekerjanya yang 'beleber' kemana-mana. Beliau ini kan sarjana psikologi dari Unpad, terus ngelanjutin S2 nya di bidang bisnis di Amerika, dan yang bikin saya sangat cengo adalah ketika beliau cerita bahwa sebelum jadi anggota DPR, beliau terlebih dahulu jadi Presdir PricewaterhouseCoopers! Siapapun tau bahwa PWC adalah akuntan publik dengan aset terbesar di antara The Big Four, empat akuntan publik terbesar di dunia. Gokil. (PricewaterhouseCoopers - Wikipedia)

Terus juga ternyata setelah dari PricewaterhouseCoopers beliau banting setir jadi Country Leader IBM! Nah masih berpikir sempit bahwa jurusan S1 selalu mentok di bidang ilmunya saja?

“Ini yang harus diperhatikan: komitmen” ketika beliau menjelaskan apa yang paling penting dari sebuah kepemimpinan.

“Tidak ada acuan pasti bagaimana cara untuk menjadi pemimpin. Carilah jalannya sendiri. Tapi ada satu hal yang pasti: harus aktif” Intinya adalah semua orang dapat menjadi pemimpin dengan caranya sendiri. Tidak ada suatu ketetapan atau postulat khusus yang menjelaskan tentang bagaimana tahapan untuk menjadi seorang pemimpin.


 Dr. M. Sohibul Iman, M.Eng (Anggota Komisi VI  Dewan Perwakilan Rakyat – RI)
“Mudah-mudahan nama saya masih tercatat di daftar alumni IPB” Jadi ternyata beliau ini pernah kuliah 3 semester di IPB, lalu pindah ke Jepang karena mendapat beasiswa untuk kuliah di sana. Tapi dalam biodata di situs pribadinya dan ketika memperkenalkan diri, beliau seringkali "mengaku-ngaku" menjadi alumnus IPB. Pengen-banget-banget pak, jadi alumnus IPB? :P


“Kepemimpinan itu bukan dari posisi, tapi dari fungsi. Tidak pernah berbicara saya jadi apa, tapi peran apa yang saya mainkan. Jika ini yang terjadi, kepemimpinan akan bertahan lama” Ini udah jelas banget maksudnya gimana, dan saya setuju total dengan pendapat ini. Karena kekuasaan untuk satu posisi, sementara kontribusi ada tersebar di semua lini.

“Kalau anda lelah menjaga integritas dan kejujuran, maka ketahuilah bahwa menjaga kebohongan itu lebih melelahkan” Beliau mengatakan ini ketika mengingatkan para mahasiswa tentang pentingnya kejujuran. Jangan sampai idealisme mahasiswa hilang saat menduduki posisi sebagai profesional, atau bahkan lebih buruk lagi: semenjak mahasiswa tidak punya idealisme. 

“Passion itu: keinginan keras, sabar dan komitmen” kata-kata ini menjelaskan passion yang dimaksud oleh Pak Kemal A. Stamboel ketika menyampaikan pemaparan di atas. 

“Salah ketika muda, dilupakan orang. Salah ketika tua, selalu diingat orang. Mumpung muda, jangan pernah takut salah” Kata-kata ini diambil dari seorang muda yang menyerang George Bush dalam kampanyenya. Saya lupa cerita detilnya seperti apa, yang jelas Bush (senior) saat itu melakukan kesalahan ketika menjabat sebagai presiden AS.

“You get what you inspected, not what you expected” Ini dia yang paling sering diabaikan banyak orang Indonesia. Karakter orang Indonesia (termasuk saya, kadang-kadang) adalah ekspektasi yang kelewat tinggi tanpa adanya inspeksi.

“Karakter kepemimpinan: moralitas, intelektualitas, visi, kepribadian, ketegasan, hangat, peduli dan kemampuan bergaul spontan” Jujur saya paling sulit melakukan hal yang terakhir, bergaul secara spontan. Saya belum bisa mahir dalam menghadapi situasi dimana saya harus berlaku cair terhadap orang yang baru saya kenal. Kadang berhasil, banyak gagalnya. Harus lebih dibiasakan sepertinya. 
“5 amanat untuk mahasiswa: academic excellence, scientific discourse, network and career path building, social and political engagement dan religious activity” jangan pernah meninggalkan lima hal ini untuk menjadi seorang mahasiswa "betulan".

Special Statement dari Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc (Rektor IPB)

Ehem jadi begini di tengah-tengah acara, Pak Herry dateng ke Audit Thoyib untuk menghormati tamu undangan yang hadir. Beliau cuma sebentar karena jam 10 harus sudah ada di Jakarta. Beliau cuma menyampaikan beberapa patah kata sebelum pergi lagi 


ini saat Pak Herry turut naik panggung
 “Tahapan kepemimpinan: ditakuti, diikuti, dicintai, membina kader” Maka bolehlah kita katakan bahwa kelas pemimpin yang "ditakuti" adalah kelas terendah bagaimana seorang pemimpin harusnya bersikap. Ini adalah bentuk paling primitif dari sebuah kepemimpinan, yang sejatinya berasal pula dari masa primitif dimana saat itu kekuatan fisiklah yang menjadikan seseorang diagungkan. Ada satu tahapan lagi menurut beliau yang tidak akan bisa dicapai oleh manusia biasa, yakni pemimpin segala zaman yang hanya dapat diraih oleh Rasulullah SAW. Wah ini sih kami tidak mampu pak -___- 
End of the 1st session

Sebelum lanjut ke sesi kedua, saya mau cerita bahwa dalam acara ini para peserta juga deberi hidangan berupa pangan lokal, yakni ubi rebus, kacang rebus dan susu jahe.
kacang rebus sama susu jahe. panitianya tau aja kalo pesertanya engga sempet sarapan :p

ada kata-kata di tiap ubi rebus. yang kiri mah motto IPB, yang tengah buat yang kebelet, yang kanan? -___- biar reliji, quote tetep bang haji!
Sesi 2 (Berani Memimpin, Berani Menginspirasi) 
Dr. Siti Fadilah Supari. SP.JP(K) (Mantan Menteri Kesehatan RI dan Penasihat Presiden RI)

“Saya dapet gelar dokter di UGM, S2 di UI dan lanjut kuliah di North Carolina, Amerika Serikat dengan biaya PAU IPB” Nah Ibu, mau-mau-banget masuk daftar alumnus IPB seperti Pak Sohibul Iman? :P


“Pulang dari sini, Anda harus berpikir tentang apa yang harus Anda lakukan untuk merubah bangsa ini” Nancep juga kata-katanya Ibu Siti yang satu ini. Tapi kan sebelum kita memikirkan suatu hal untuk merubah bangsa ini, ada baiknya juga kita memikirkan bagaimana merubah diri sendiri, betul tidak Ibu?

“Harusnya presiden juga memiliki naluri seorang dokter jantung”
Jadi Ibu Siti ini adalah seorang dokter spesialis jantung. Beliau bercerita tentang pengalamannya menjadi dokter jantung adalah tentang mengambil sebuah keputusan dalam waktu sepersekian detik. Lewat dari itu, jangan pernah berharap pasiennya selamat. Maka beliau menganjurkan bahwa ada baiknya Presiden juga memiliki kemampuat mengambil keputusan yang cepat dan tepat melalui perhitungan matang, mengingat tanggungannya adalah ratusan juta masyarakat Indonesia.

“Yang menjadikan apapun, siapapun hanyalah Allah SWT. Maka cari mukalah dengan-Nya” Agree. 
End of the 2bd session

Leadership Talks! kali ini sangat inspiratif. Maka saya berharap dengan saya menulis ini saya juga dapat membagikan apa yang para pembicara sampaikan kepada teman-teman yang tidak sempat datang ke acara tersebut. Keep leading, keep inspiring! :D

POSTED IN ,
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)