Dokumentasi Kuliah Terakhir TPB Semester 1

Ini adalah beberapa dokumentasi kuliah terakhir TPB semester pertama bareng kelas Q11 (dan juga beberapa sama kelas Q12)

Q11 dan Q12 bareng Dr. Berlian Setiawaty, Dosen Pengantar Matematika

bareng Ibu Rina Mardiana, M.Si, dosen Sosiologi Umum

kalo yang ini praktikum fisika terakhir Q11 bareng asprak Ka Astuti, Ka Ida sama Ka Arianti

nah yang ini bareng Ibu Defina, dosen Bahasa Indonesia

yang ini bareng Ibu Sri Rahayu, dosen Kewarganegaraan



Ayo siap UAS!! :D

POSTED IN ,
DISCUSSION 0 Comments

Makrab Q11 Part 2 : Tea Walk to Remember

Masih dalam laporan tentang makrab Q11, hari kedua awalnya kita sekelas mau jalan kaki ke curug apa gitu di daerah sana. Tapi ternyata setelah survei, lokasinya terlalu jauh dan kayaknya bakal melebihi waktu buat cek out villa. Kalo telat cek out, kena bayaran lagi 250 ribu, duit darimanaaa -____-

Akhirnya rencana berubah, kita jalan-jalan ke kebun teh *uhuuuyy
di parkiran kebun the Gunung Mas, Puncak
Jalan-jalan ke kebun teh murni keputusan spontan. Karena harus cek out villa maksimal jam 2 siang dan ternyata jam segitu jalan turun Puncak masih ditutup, baru dibuka jam 4 nanti. Yodahlah akhirnya jalan-jalan aja dah bentar sambil solat ashar juga di kebun teh.
makan siang di kawasan kebun teh pake nasi + tempe goreng + mie telor hmmm
Setelah selesai makan siang kita naik ke atas kebun teh. Lumayan tinggi sih, eh tapi ga tinggi juga, tapi lumayan tinggi kok *labil
muka boleh bahagia, betis lumayan sengsara
Abis itu karena belom puas, kita naik lagi deh ke tempat yang lebih tinggi. Sayang lanskap di tempat yang lebih tinggi ga memungkinkan foto sekelas karena tempatnya yang sempit banget dan lumayan terjal.
katanya shabri, GWW keliatan dari sini -____-

indahnyooo

narsis lagi lah :p
Tea walk jadi penutup yang manis buat makrab tahun ini :)
Semoga jadi memoar indah buat cerita ke anak-cucu kita nanti, bahwa kita pernah jalan-jalan ke kebun teh bareng-bareng temen sekelas TPB :D

Kelas Q11 TPB IPB 2011/2012!

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Makrab Q11 Part 1 :Kunang-Kunang dan Ayam Bakar

Tanggal 10-11 Desember 2011 kemaren, kami kelas Q11 jalan-jalan ke daerah Puncak buat MAKRAAB (yay!). Dari total jumlah manusia Q11 yang 66 orang, yang ikut sekitar 47 orang, itu sekitar… hmm sekian persenlah (you do the math!) Nama villa tempat kita nginep namanya villa kartini, eh apa villa mawar ya, lupa -____- yang pasti tempatnya tepat sebelum pasar Cisarua.

Kesananya naik angkot, beberapa ada yang naik motor. Yang angkot dibagi jadi 3 kloter besar, kloter pertama berangkat pagi karena ga ada kuliah sabtu, kloter kedua sama ketiga agak siangan karena mereka masih harus kuliah kalkulus, fisika dasar dan kimia dasar. Saya?Kloter satu dooong
anak-anak angkot 1, norak sekali mereka
tetap cool dududu~

Kloter pertama dapet tugas berat, ngebumbuin ayam sama goreng kerupuk. Sialnya mbak-mbak yang ada di kloter pertama hampir semuanya gabisa masak *prihatin.Alhasil laki-laki turun tangan, dari mulai nyuci ayam (lagi) sampe ngebumbuin.
sebenarnya mas-mas yang sebelah kanan yang jago masak, yang sebelah kiri diragukan
Malemnya kita bakar ayaaaaam ~
ini dia santap malam kami hohoho

Sembari nunggu ayamnya mateng, kami menemukan binatang yang sangat sangat jarang kami temukan di lingkungan rumah : kunang-kunang! Saya jadi inget dulu waktu masih SD di rumah mbah di kampung masih banyak kunang-kunang, sekarang udah jarang banget. Beberapa anak Q11 bahkan ada yang baru kali ini melihat kunang-kunang *kasian. Semoga anak-cucu saya kelak masih bisa menikmati indahnya cahaya temaram kunang-kunang, puluhan tahun mendatang. 

kunang-kunang, cuma satu di kawasan villa yang kami sewa
Setelah makan malam yang beringas, kami main game. Yang kena dapet hukuman. Saya kena, disuruh nyanyi gaya Anang. Fotonya? Ga perlu liat lah :P
salah satu hukuman, makan cabe. 'aaaaaaaa'
'njiir pedes banget..'
Another picture : 
Keluarga camen Q11
dan akhirnya foto tergalau abad ini :p
Bersambung ke Part 2.... 

POSTED IN
DISCUSSION 3 Comments

Simpul Takdir dan Titik Potong Kurva

Beberapa bulan yang lalu saya menganalogikan bahwa hidup tidak lebih dari sebuah fungsi matematika yang sama sekali tidak identik satu sama lain. Dengan dasar logika yang sama maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa masing-masing manusia memiliki ‘fungsi’ dan ‘grafik fungsi’nya masing-masing –yang sekali lagi- tidak identik. 


Sekarang bayangkan bahwa grafik fungsi setiap manusia dituangkan ke dalam koordinat Cartesius. Bayangkan ada berapa banyak grafik fungsi yang berpotongan satu sama lain. Ada banyak sekali. Pasti ada banyak sekali. Sebelum kita kembali ke dunia nyata, secara harfiah titik potong fungsi adalah suatu titik di mana satu fungsi dengan fungsi yang lain bertemu dan berpotongan dalam koordinat (x,y) yang sama. 

Nah sekarang kita kembalikan analogi itu kembali ke dalam dunia nyata. Jika kita mengandaikan bahwa koordinat Cartesius (x,y) dalam dunia nyata sebagai dimensi waktu dan tempat, maka titik potong kurva nasib tidak lebih dari sebuah pertemuan. Kata ‘pertemuan’ yang saya maksudkan adalah yaaa ketemu. 
ilustrasi titik potong kurva dalam matematika
Ketemu orang asing, ketemu dengan teman dan lain-lain adalah sebuah perwujudan bagaimana Allah mengizinkan kita untuk melanjutkan grafik fungsi hidup kita dan kemudian masih mengizinkan fungsi kita berpotongan dengan fungsi orang lain. Bayangkan kita berada dalam sebuah kereta yang sedang berjalan dan bertemu dengan orang yang berada dalam dimensi waktu dan tempat yang sangat sama. Maka bisa kita simpulkan bahwa kereta, angkot dan berbagai tempat pertemuan ataupun fasilitas umum lainnya adalah sebuah simpul takdir yang sangaaaaaaatt besar. 
situasi dalam gerbong KRL Commuter Line Jabodetabek
Kalau kita bisa menerima semua argumen di atas, maka sadar ga sih pertemuan kita dengan ribuan orang-orang yang ga kita kenal selama ini ternyata sudah ditakdirkan semenjak dunia belum dibentuk? 

Oke kita urai lagi semua faktanya. Takdir fungsi dalam hal ini diciptakan semenjak manusia belum diciptakan. Kalau saja dalam perjalanannya grafik fungsi tersebut bersinggungan atau kemudian berpotongan dengan ribuan orang yang ga kita kenal, maka sebenarnya semenjak manusia belum diciptakan, semuanya udah digariskan kan? 


POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Mari Hargai Mereka

Kenali, Pahamii, Hargai Mereka. Wing Media Center Faperta IPB

Tebarkan senyum, sapa dan ucapkan salam, tunjukkan sopan dan santun serta hargai apa yang sudah mereka lakukan untuk kita


Mereka mungkin bukan siapa-siapa. Pendidikan mereka mungkin tidak setinggi mahasiswa yang setiap hari lalu lalang melewati mereka di lingkungan kampus. Tapi bakti mereka terhadap kampus sungguh tidak ternilai. Hargai mereka, mulai dari sekarang.

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)