Tentang Pemimpin


Saya sungguh tidak mengerti bagaimana orang-orang di dunia ini berebutan untuk menjadi pemimpin, jadi wakil rakyat ataupun jabatan lainnya.


"Ketika seseorang dijadikan pemimpin bagi orang lain di sekelilingnya, maka sebelah kakinya sudah berada di dalam neraka" - M. Fandi Nurrochman - Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Ada perbedaan mendasar antara gila jabatan dengan panggilan kepemimpinan. Semoga kita semua selalu dilindungi untuk tidak terjerumus ke dalam orang-orang yang gila jabatan.

Orang yang gila jabatan tidak pernah melihat dan membandingkan kompetensi dalam dirinya. Tipikalnya adalah orang-orang yang tidak mengerti hal-hal yang akan dihadapinya ketika mengemban amanah. Dia tidak mengerti bahwa amanah adalah sesuatu yang paling berat yang pernah diciptakan di dunia, bahkan gunung-gunung tak mampu memanggulnya.

Sedangkan orang-orang yang jiwanya terpanggil adalah mereka yang sungguh mengerti bahwa bumi dan seisinya adalah amanah yang harus diemban bagi setiap manusia.

Dan jangan pernah mengecam, mengejek dan menggunjing orang-orang yang mengajukan diri untuk menjadi pemimpin. Karena kita belum sepenuhnya mengerti bagaimana kompetensi orang tersebut. Hargailah mereka karena sesungguhnya mereka memiliki sesuatu yang diagungkan orang sejak zaman antah berantah : keberanian

Saya sendiri engga ngerti kenapa saya menulis ini. Cuma mengisi waktu iseng karena kuliah Pancasila di siang hari, duduk di belakang dan dalam keadaan gelap sungguh membosankan luar biasa. =.=
Untungnya ada Nokia E5 dan QuickOfficenya! *promo hahahahaha

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)