Ketika Oncom dan Pete Punya Barcode

Sebenarnya kejadian ini udah cukup lama, tapi baru kesampaian di post sekarang. Gambar ini diambil pada tanggal 23 Juli 2011, di sebuah swalayan di kawasan Pondok Gede. 
pete dan oncom sedang bersantai di bawah guyuran AC
Entah apa karena dunia yang sudah kelewat modern apa saya yang kurang pergaulan? Seumur-umur baru kali ini saya liat pete dan oncom ada barcodenya dan dijual di swalayan ber-AC. Bukan apa-apa, tapi saya selalu berpikir jenis makanan seperti ini semacam pengejawantahan, pembeda antara umat “susah” dan umat “senang”

Tapi ternyata mindset saya selama ini salah. Oncom dan pete tidak hanya milik umat “susah”

Makanan tidak hanya sebagai kebutuhan umat manusia, pemenuh nutrisi saja. Di era sekarang, makanan juga menjadi cerminan budaya masyarakatnya. Bahkan ada cabang ilmu khusus yang mempelajari tentang hubungan kuliner suatu bangsa dengan budaya setempat, cabang ilmu itu bernama Gastronomi (klik untuk melihat lebih lengkap apa itu gastronomi)

Masuknya pete dan oncom ke dalam jajaran “makanan swalayan” menandakan bahwa kedua makanan ini telah berhasil “naik kelas”. Berhasil merasuk ke dalam budaya masyarakat kelas atas. Padahal beberapa tahun yang lalu masih bertengger dengan manis di gerobak sayur, keliling ke kampung, dikerubungi ibu-ibu.

Kini kita tinggal menunggu kapan waktunya kedua makanan ini terhidang di meja makan restoran hotel bintang lima. Anda percaya? 

Percaya saja lah, para tukang sayur 20 tahun yang lalu juga tidak pernah berpikiran dagangan mereka sekarang duduk manis di bawah guyuran AC :D

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)