Mimpi Jadi Petani =D

Dulu waktu SMP saya bermimpi tentang lahan pertanian, tambak ikan, jejeran pohon sawit dan saya dalam kondisi kaya rayamilkysmile. Dulu dalam imajinasi terliar saya, hidup di lahan pertanian adalah kehidupan yang sempurna, perfect.

Mau makan nasi tinggal tanam, mau makan singkong tinggal cabut, mau minum air kelapa tinggal manjat. Berasa kayak main Harvest Moon, beli bibit, tanam, siram, peres susu sapi, beli jerami, jual sayur, jual telur, jual susu dan taraaaaaaa tiba-tiba rekening bank membengkak, istri tambah banyak. milkysmile

Tapi seiring dengan membesarnya badan ini saya semakin mengerti bahwa mengelola lahan pertanian itu capek gila. Dan yang paling penting adalah butuh modal yang engga kecil. Setelah melihat dan membaca di koran betapa melaratnya menjadi seorang petani, akhirnya impian punya lahan pertanian sendiri untuk sementara dibungkus rapi, disimpan di dalam hati.

Meskipun begitu saya tetep suka melihat perkembangan dunia pertanian. Bidang ini salah satu bidang yang sangat vital untuk kemaslahatan umat manusia. Kalau tidak ada orang kompeten yang mengurus bidang ini entah apa yang terjadi dengan dunia ini kelak.

Dulu saya sering diejek di SMP. Waktu ditanya apa cita-cita saya, saya jawab petani. Temen-temen saya ketawa ngakak. “Ya ampun Delmar, lu sekolah pinter-pinter ngapain coba jadi petani?”. Saya diam saja, tersenyum simpul. Kalo diinget-inget lagi sekarang sebenernya saya bisa meng-counter ejekan itu, jawab saja “Kalo ga ada orang pinter yang mau jadi petani, terus siapa yang ngurus?” Sayang sekarang baru kepikiran huhuhu.

Saya masih ingat di pelajaran sejarah bab revolusi hijau, dijelaskan bahwa ada perbedaan antara farmer dan peasant. Dikutip dari bumitani.com : 
"Farmer biasanya merujuk pada petani dalam pengertian yang lebih umum, yang mempraktekkan budidaya tanaman atau ternak, baik untuk dijual ke pasar atau dikonsumsi sendiri, sementara peasant berkonotasi petani kecil, miskin dan berlahan sempit atau gurem untuk konteks Indonesia."
Sayangnya imej petani di Indonesia selalu pada konteks peasant. Sepupu saya menikah dengan seorang petani asal Kanada. Dan tebak bagaimana kehidupan mereka? Makmur luar biasa dibandingkan dengan petani di Indonesia. Pertanian di Amerika sudah sangat maju dan mampu memaksimalkan ilmu pengetahuan mereka. Pertanian berbasis industri.

Inilah yang mendasari saya untuk memilih jurusan di SNMPTN. Saya memilih Teknologi Pangan IPB dan Teknologi Industri Pertanian IPB. Kenapa pilih IPB? Yang pertama karena jarak dari rumah ke IPB ga begitu jauh. Bogor-Bekasi ga jauh-jauh amat. Yang kedua saya muak sekolah di Jakarta. Dari SD-SMA saya sekolah di Jakarta. Bosen. Alhasil saya enggan memilih UI dan UNJ. Yang ketiga tentu saja karena kualitas IPB di bidang yang ingin saya dalami sudah dipercaya masyarakat.

Dan inilah saya sekarang, mendapat jatah kursi di Dept. Teknologi Industri Pertanian IPB. =)

Mohon doanya supaya saya betah di sini, cepat lulus, cepat kaya, cepat nikah, cepat jadi menteri deh. Juga bisa melanjutkan memenuhi mimpi yang sampai sekarang belum kesampean, punya lahan pertanian sendiri! Photobucket

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)