Institut Pertanian Bogor, Tampak Atas!

inilah dia tempat gaul saya empat tahun ke depan :)
Diambil dari Google Maps, 25 Juli 2011. saya masih heran itu kok gedungnya bentuk segitiga-segitiga gitu, aneh amatPhotobucket 

POSTED IN
DISCUSSION 10 Comments

Puasa dan Merantau

Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah 'kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman – Imam Syafi’i

Alhamdulillah sekarang udah di penghujung bulan Sya’ban dan insyaAllah seminggu lagi udah masuk bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan bulan istimewa penuh berkah, bertebaran pahala bahkan untuk sekadar melakukan hal-hal yang sederhana. Berlipat-lipat ganda pahalanya, begitulah janji-Nya. 

Dan di tahun ini saya tidak akan penuh berpuasa di rumah bareng keluarga, karena dalam waktu dekat ini saya akan mulai merantau ke kabupaten sebelah, Bogor!milkysmile uuyeee *berlebihan amat padahal mah jaraknya deket pisan -______-

Tulisan ini ditulis hari Minggu malam tanggal 24 Juli 2011, dan saya mulai berangkat dan masuk asrama IPB mulai Rabu besok, 27 Juli 2011. Mulai puasa (sampai saat ini sih) katanya tanggal 1 Agustus, ada kemungkinan puasa pertama saya engga bareng sama keluarga. 

OSPEKnya IPB juga diadakan di bulan puasa, tanggal 11 Agustus. Oh ya di IPB namanya bukan OSPEK tapi MPKMB (Masa Perkenalan Mahasiswa Baru). Denger-denger sih MPKMB IPB pantang kekerasan, rundown acaranya juga udah bisa diliat kok di situs resminya. Dan dari peralatan yang harus dibawa juga ga banyak kok (ya iyalah IPB kan di kampung, susah bang kalo disuruh nyari barang banyak-banyakmilkysmile)

Saya udah mulai mengambil ancang-ancang untuk memulai hidup baru di tanah rantauan. Emang deket sih, tapi tetep aja ada adab-adab tertentu yang harus saya patuhi sebagai pendatang. Yaa pokoknya jangan bandel lah, saya percaya setiap yang kita lakukan kelak akan ada balasan yang sama. Jadi anak baik saja, seperti yang saya lakukan biasanya Photobucket#pedeparah 

Sedih juga sih karena tahun ini bakalan jarang makan kolaknya mamah. Bakalan jarang ngeliat keponakan saya yang lucu si Amabel. Bakalan jarang bantuin mamah beli takjil ke depan komplek. Bakalan jarang ikut taraweh di Al-Muhajirin. Bakalan jarang saur plus plus pake buah ama susu. Bakalan jarang semuanya laaaaaaahh di rumahPhotobucket 

Semoga saya mendapatkan ‘keluarga’ yang ga kalah menyenangkannya di asrama TPB nanti, sebagai ‘pengganti’ atas keluarga yang saya tinggal sementara di rumah.Photobucket

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Mana Tanggung Jawabmu?


Setiap orang yang mendidikmu, selalu berharap didikan mereka akan membawamu pada kesuksesan.


HIDUP ADALAH PERTANGGUNGJAWABAN.
dari captureyourllife 


Sudah berapa guru yang mengajar kita? Sudah berapa mimpi yang mereka ikut gantungkan di pundak kita? Mari kita pertanggungjawabkan!!Photobucket 

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Di Bogor Bu, Bukan di Bandung : Ada Paradigma yang Salah Terkait Ilmu Pertanian

Mau numpang ngepost sesuatu yang sebenarnya udah lama banget sih kejadiannya, baru ingetnya sekarang.

Jadi waktu itu saya pernah ditugaskan ibu buat beli tas gemblok gede yang bergaya army-army gitu ke Lubang Buaya. Ngacir lah langsung ke tekapehPhotobucket Naah sesampainya di tekapeh, setelah saya milih-milih beberapa tas yang cocok akhirnya saya kasih ke yang jaga toko. Kemudian dia ke dalam sebentar buat bikin bon. Naah waktu itu ada ibu-ibu gitu lagi nongkrong di depan toko, ngajakin saya ngobrol, kurang lebih gini lah redaksinya :

Ibu-Ibu : “Kamu masih sekolah ya?”
Saya : “Iya bu, saya baru SMA kelas 3” *cengar-cengir
Ibu-Ibu: “Sekolah di mana dek?”
Saya : “Di SMA 14 bu, di Cililitan” *sengaja saya tambahin keterangan soalnya sekolahan saya emang terpencil abis -___-
Ibu-Ibu : “Oooooh sekolah bagus itu , dulu pas jaman saya itu sekolah unggulan. Terus mau lanjutin kuliah di mana?”
Saya : “InsyaAllah di IPB bu” *masih cengar-cengir, berharap didoain
Ibu-Ibu: “Waaah iya bagus itu dek, keponakan saya juga, dia SMA nya di 48, sekarang dia kuliah di sana. Sekarang dia ngekos di BANDUNG”
Saya: *manggut-manggut lemah, tetap cengar-cengir pastinya. milkysmile

Sebenernya saya sih agak maklum, soalnya itu toko tempat saya beli tas emang di pinggir jalan banget. Jadi mungkin ibunya agak ga denger gitu, jadi begitu dia denger huruf vocal i..e..e, yang ada di pikiran dia langsung ITEBE.

Atau kemungkinan keduanya si ibunya emang ga pernah kepikiran ada anak SMA di Jakarta yang pengen masuk IPEBE. Mungkin dalam mind-set nya ketika dia bertanya sama anak SMA di Jakarta dengan pertanyaan 

“Terus mau lanjutin kuliah di mana?”

mayoritas menjawab ITEBE dan mungkin saya orang pertama yang jawab IPEBE.

Wajar sih emang, ITEBE emang prestise abis. Meskipun saya ga kuliah di Ganesha, saya tetap hormat sama kampus ini. ITEBE bener-bener kampus yang menelurkan orang-orang yang serba bisa. Pramono Anung, jagoannya PDI di DPR lulusan Perminyakan ITB (kalo ga salah) dan sekarang liat dia lancar banget ngomongin masalah negara.

Fadjroel Rachman, lulusan Kimia ITB, lancar banget ngomongin masalah ekonomi. Hatta Radjasa juga lulusan Perminyakan ITB, sekarang dia jadi Menko Kesra RI. Pak Habibie yang luar biasa menelurkan teori baru ilmu penerbangan dunia, alumni ITEBE. Alumni ITEBE emang luar biasa, saya sungguh salut dengan alumni ITEBE. Mungkin inilah faktor utama yang menyebabkan huruf vocal i…e…e (biasanya) berarti kampus Ganesha.

Almamater saya di Darmaga juga oke sih alumninya. Bungaran Saragih, mantan menteri pertanian. Adhyaksa Dault, mantan menteri pemuda dan olahraga. Taufik Ismail, penyair legendaris Indonesia juga alumni Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Dan jangan lupakan Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia saat ini, beliau meraih gelar doktor bidang sosial pertanian dari IPEBE.

Tanpa ada maksud membandingan kedua almamater, tulisan ini semata hanya mengungkapkan rasa penasaran saya kenapa kok di orang-orang yang saya temui, mayoritas begitu memandang remeh IPEBE? Atau boleh saya ralat : begitu memandang remeh disiplin ilmu pertanian?

Saya yakin kok almamater saya di Darmaga cukup terhormat di negeri ini meskipun sempat dikhianati media massa tentang pemberitaan Enterobacter sakazakii yang santer kemarin. Kampus ini menjadi pusat ilmu teknologi pertanian di Asia Tenggara. Prodi Teknologi Pangan IPB menjadi satu-satunya prodi teknologi pangan di luar Amerika Utara yang memperoleh sertifikasi IFT. Kampus ini juga pelopor disiplin ilmu pertanian dan kedokteran hewan di Indonesia. Apa yang salah?

Berarti memang betul. Ada paradigma yang salah dengan masyarakat kita terkait dengan disiplin ilmu pertanian.

Jikalau memang itu terjadi, maka bersiaplah untuk kehancuran negara. Ketika yang mengurus pangan dan pertanian nasional hanyalah “orang-orang-yang-berotak-kelas-dua”, maka kelak suatu saat nanti Indonesia akan benar-benar mati.

Benar-benar seperti tikus yang mati di lumbung padi. milkysmile

POSTED IN
DISCUSSION 1 Comment

Menulis Untuk Keabadian

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
— Pramoedya Ananta Toer

Tadi baru nemu kata-kata ini di markas blogger jaman dulu abis, AyoNgeblog.com (dan ternyata posting terakhir AyoNgeblog tercatat Juli 2010, ya ampun lama nian). Sekilas tentang AyoNgeblog, situs ini pada tahun 2008 lalu adalah situs yang mengampanyekan jumlah satu juta blogger di Indonesia (entah kesampean apa engga targetnya)milkysmile

Artikelnya berjudul ngeBlog Adalah Bekerja untuk Keabadian. Isinya singkat, padat dan maksud yang ingin diutarakan benar-benar jelas.

Intinya dalam artikel itu, penulis ingin mengatakan kepada semua orang yang aktif di dunia web log untuk tetap menulis karena tulisan mereka akan “abadi” sampai kapanpun.

Inilah yang saya maksud di postingan terdahulu yang berjudul Alih Fungsi!, di akhir postingan saya menulis :
Gajah mati meninggalkan gadingnya. Kalau manusia yang mati?
Mereka mati meninggalkan budi baiknya dan jejak yang ditulisnya

Agak berlebihan kalau kita sebut abadi, toh dunia ini fana kan? Tapi yang dimaksud “abadi” dalam artikel itu bukan berarti selama-lamanya.

Artinya adalah meskipun orang yang menulisnya sudah matipun, tulisannya tetap tersimpan rapi di dalam blognya. Atau kalaupun blognya sudah dihapus dan hilang tiba-tiba karena tidak pernah diurus, paling tidak beberapa jejak tulisannya masih diindex oleh Google.

Inilah kemudahan di era yang serba cyber. Kalau pada jaman engkong kita masih hidup tulisan yang terkenang hanya berasal dari para professor, penyair, penulis ataupun insinyur yang sepuh dan mumpuni dalam bidangnya, jaman sekarang sudah berubah. Tulisan anak SMP, SMA, mahasiswa amatiran, bahkan tukang parkirpun (ada ngga ya tukang parkir yang ngeblog?) tetap terindex dalam Google.

Banyak sekali hal yang terjadi dalam hidup ini, dan tulisan adalah salah satu media penyimpan memoar kita yang cukup baik. Karena dengan menulis kita mengolah kembali informasi yang kita dapat dan menuangkannya ke dalam bahasa yang kita sepakati. Menulis juga bisa menjadi terapi yang baik untuk menghilangkan rasa stress dan tegang, seperti contoh inimilkysmile


Pak Pram dalam kutipan di atas secara tersirat mengajak kita, generasi muda yang akan menggantikan generasi-tua-bapuk-bau-tanah untuk segera memulai menulis, beriringan dengan pekerjaan utama kita sebagai penuntut ilmu. Tunggu apa lagi? Apa kalian mau menunggu sampai pena di ujung meja mengering? Photobucket

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Persahabatan Dari Negeri Cina

Judul : Pearl Of China
Penulis : Anchee Min
Penerbit : Qanita
Jenis Novel : Novel Terjemahan, Fiksi, Sejarah
Cetakan : I : Februari 2011
Tebal Buku : 387 halaman
ISBN : 978-602-8579-62-9

Anchee Min, penulis berdarah Cina yang terkenal dengan novel The Last Empress yang menceritakan tentang wanita yang berkuasa di China pada abad ke-20, kembali dengan novel yang juga menceritakan tentang wanita. Pearl Of China bercerita tentang Pearl S. Buck, seorang putri missionaris asal Amerika yang sangat jatuh cinta pada negeri Cina. Novel ini berkutat pada kisah persahabatannya dengan seorang tokoh fiksi bernama Willow yang asli dari Cina.

Pearl yang berasal dari Amerika sejak kecil sudah tinggal di Cina, tepatnya di Chin-kiang. Ayahnya adalah seorang misionaris Kristiani asal Amerika yang bernama Absalom. Absalom adalah misionaris yang dikirim ke Cina untuk menyebarkan agamanya di negeri Cina yang mayoritas memuja dewa. Banyak sekali hal-hal lucu dan satire halus dalam kisah penyebaran agama di wilayah pemujaan dewa.

Pearl pertama kali mengenal Willow ketika menangkap basah Willow yang sedang mencuri di rumahnya. Semenjak saat itu Willow dan Pearl berteman sangat baik. Pearl yang sejak kecil tidak pernah tahu bagaimana tanah airnya sendiri, Amerika, mendapati dirinya jatuh cinta dengan Cina dan penduduknya.

Bahkan ketika pernikahan dan konflik politik yang melanda negeri Cina mengguncang persahabatan mereka, Pearl dan Willow tetap bergeming. Latar belakang kisah ini adalah Cina pada masa Mao yang sangat anti-Amerika. Mao menganggap bahwa Pearl dan orang Amerika lain di Cina adalah musuh yang harus dilenyapkan. Berbagai bumbu cerita dalam kisah ini menambah manisnya persahabatan lintas negara antara Pearl dan Willow.

Pearl S. Buck dan keluarganya adalah tokoh nyata. Kisahnya di Cina juga benar-benar terjadi. Namun kisah persahabatan dengan Willow adalah fiksi. Walaupun demikian, Anchee Min dalam catatannya di akhir buku mengatakan bahwa bukan tidak mungkin kisah ini benar-benar terjadi dalam kehidupan Pearl S. Buck, karena pada kenyataannya literature tentang kehidupan persahabatan Pearl S. Buck selama di Cina nyaris tidak ada.

Anchee Min sendiri pada saat Revolusi Kebudayaan Cina adalah salah satu orang yang diperintahkan untuk ‘menyerang’ Pearl S. Buck. Madam Mao mengorganisasi kampanye nasional yang mengkritik Buck sebagai “Budayawan imperialis Amerika”. Namun setelah beranjak dewasa dan tinggal di Amerika, Min kemudian membaca buku karya Buck yang berjudul The Good Earth. Dan setelah membaca buku itu Min sadar akan kesalahannya di masa lalu. Buck bukanlah imperialis Amerika yang berniat menghancurkan Cina! Apa yang ditulis oleh Buck dalam The Good Earth adalah gambaran Cina paling humanis yang pernah ia lihat. Terlebih karena Buck adalah orang asing. Anchee Min kemudian menulis Pearl Of China sebagai “hutang” atas kesalahannya di masa lalu terhadap Buck

Secara keseluruhan novel ini luar biasa. Humornya halus dan menggelitik. Intrik politik dalam buku ini cukup kental, terutama mengenai isu Cina pada masa Mao yang sangat membenci Amerika. Endingnya cukup memuaskan. Kelemahan dari buku ini menurut saya pribadi adalah ceritanya agak sedikit bertele-tele. Secara overall, buku ini menawarkan satu sudut pandang yang bagus dalam mengenal budaya Cina.

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Anda Siapa?? -_____-"

216 friend request?? -_____-
Hidup memang lebih mudah dengan Facebook. Eh belum tentu juga sih sebenarnya, bahkan bagi beberapa orang ada yang kehilangan hidupnya dari jejaring sosial(an) ini. Ada yang kenalan di Facebook gataunya orang yang ngajak dia kenalan bandit, buronan polisi. Ada yang pacaran singkat di Facebook, bahkan sampe menikah, tau-taunya orang yang dia nikahin satu jenis kelamin, menjijikan milkysmile

Coba kita lihat gambar di atas. Ya itu id Facebook saya, dengan 216 friend request -____-

Yang membuat saya sangat malas meng-approve mereka adalah karena saya (sepertinya) tidak pernah mengenal mereka sama sekali. Ada yang namanya ditambahin 'Crispycraker Kriukkriuk', nama macam apa ini -__-". Saya mencoba ber-khusnuzan mungkin orangtuanya pengusaha kerupuk atau chiki yang homemade, sehingga id anaknya ini juga dijadikan sebagai media pemasaran kerupuk produksinya. Hmm strategi pemasaran yang sempurna. Tapi untuk masuk ke daftar teman saya, engga deh kayaknya.milkysmile

Maaf bukan berarti saya sombong, congkak, sok-sok pilih teman dan lain-lain. Tapi kita harus ingat motto asli Facebook : Facebook helps you connect and share with the people in your life. Artinya Facebook sebagai ajang untuk menjaga pertemanan dengan orang-orang yang memang sudah pernah masuk ke dalam kehidupan kita. Facebook bukan menjadi ajang kenalan, cuap-cuap tanya nama, dan basa-basi untuk ngajak temenan.

Facebook bukan ajang untuk mencari teman. Akan sangat riskan mencari teman hanya dari sebatas kolom profile dan foto. Dangkal. Masih inget kan kasus di Bekasi (rumah saya juga ini zzz) yang kenalan dari Facebook, nikah beberapa bulan, eeh suaminya baru tau kalo kelamin mereka sama. Inilah korban dari kenalan via Facebook.

Atau sebutlah misalkan si 'Crispycraker Kriukkriuk' ini ternyata memang pernah masuk ke dalam kehidupan saya, maka bersamaan dengan ini saya mohon kepada seluruh pengguna Facebook untuk tetap menggunakan nama aslinya. Karena nama samaran, nama tambahan, dan nama untuk promosi kerupuk menurut saya hanya akan merendahkan martabat penggunanya sendiri. Apa kalian malu dengan nama asli kalian? Itu ibu kalian loh yang ngasih, masa kalian lebih suka pake motto chiki.

POSTED IN
DISCUSSION 2 Comments

Mimpi Jadi Petani =D

Dulu waktu SMP saya bermimpi tentang lahan pertanian, tambak ikan, jejeran pohon sawit dan saya dalam kondisi kaya rayamilkysmile. Dulu dalam imajinasi terliar saya, hidup di lahan pertanian adalah kehidupan yang sempurna, perfect.

Mau makan nasi tinggal tanam, mau makan singkong tinggal cabut, mau minum air kelapa tinggal manjat. Berasa kayak main Harvest Moon, beli bibit, tanam, siram, peres susu sapi, beli jerami, jual sayur, jual telur, jual susu dan taraaaaaaa tiba-tiba rekening bank membengkak, istri tambah banyak. milkysmile

Tapi seiring dengan membesarnya badan ini saya semakin mengerti bahwa mengelola lahan pertanian itu capek gila. Dan yang paling penting adalah butuh modal yang engga kecil. Setelah melihat dan membaca di koran betapa melaratnya menjadi seorang petani, akhirnya impian punya lahan pertanian sendiri untuk sementara dibungkus rapi, disimpan di dalam hati.

Meskipun begitu saya tetep suka melihat perkembangan dunia pertanian. Bidang ini salah satu bidang yang sangat vital untuk kemaslahatan umat manusia. Kalau tidak ada orang kompeten yang mengurus bidang ini entah apa yang terjadi dengan dunia ini kelak.

Dulu saya sering diejek di SMP. Waktu ditanya apa cita-cita saya, saya jawab petani. Temen-temen saya ketawa ngakak. “Ya ampun Delmar, lu sekolah pinter-pinter ngapain coba jadi petani?”. Saya diam saja, tersenyum simpul. Kalo diinget-inget lagi sekarang sebenernya saya bisa meng-counter ejekan itu, jawab saja “Kalo ga ada orang pinter yang mau jadi petani, terus siapa yang ngurus?” Sayang sekarang baru kepikiran huhuhu.

Saya masih ingat di pelajaran sejarah bab revolusi hijau, dijelaskan bahwa ada perbedaan antara farmer dan peasant. Dikutip dari bumitani.com : 
"Farmer biasanya merujuk pada petani dalam pengertian yang lebih umum, yang mempraktekkan budidaya tanaman atau ternak, baik untuk dijual ke pasar atau dikonsumsi sendiri, sementara peasant berkonotasi petani kecil, miskin dan berlahan sempit atau gurem untuk konteks Indonesia."
Sayangnya imej petani di Indonesia selalu pada konteks peasant. Sepupu saya menikah dengan seorang petani asal Kanada. Dan tebak bagaimana kehidupan mereka? Makmur luar biasa dibandingkan dengan petani di Indonesia. Pertanian di Amerika sudah sangat maju dan mampu memaksimalkan ilmu pengetahuan mereka. Pertanian berbasis industri.

Inilah yang mendasari saya untuk memilih jurusan di SNMPTN. Saya memilih Teknologi Pangan IPB dan Teknologi Industri Pertanian IPB. Kenapa pilih IPB? Yang pertama karena jarak dari rumah ke IPB ga begitu jauh. Bogor-Bekasi ga jauh-jauh amat. Yang kedua saya muak sekolah di Jakarta. Dari SD-SMA saya sekolah di Jakarta. Bosen. Alhasil saya enggan memilih UI dan UNJ. Yang ketiga tentu saja karena kualitas IPB di bidang yang ingin saya dalami sudah dipercaya masyarakat.

Dan inilah saya sekarang, mendapat jatah kursi di Dept. Teknologi Industri Pertanian IPB. =)

Mohon doanya supaya saya betah di sini, cepat lulus, cepat kaya, cepat nikah, cepat jadi menteri deh. Juga bisa melanjutkan memenuhi mimpi yang sampai sekarang belum kesampean, punya lahan pertanian sendiri! Photobucket

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Alhamdulillah Yaa Allah

Terima kasih Yaa Allah, Engkau telah memberikan kesempatan pada hamba untuk menjadi mahasiswa di:milkysmile

Departemen Teknologi Industri Pertanian
Fakultas Teknologi Pertanian
Institut Pertanian Bogor
buktinya ini bukan HOAX :
semoga saya betah di departemen ini walaupun hanya saya taro di pilihan kedua. Alhamdulillah
 

POSTED IN
DISCUSSION 1 Comment

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)