Bertualang Ke Tiga Negara

Judul : Ranah 3 Warna
Penulis : Ahmad Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jenis Novel : Novel Indonesia, Fiksi
Cetakan : I : Januari 2011
Tebal Buku : 469 halaman
ISBN : 978-979-22-6325-1

Ranah 3 Warna adalah buku kedua dari rangkaian trilogi Negeri 5 Menara yang ditulis dan disarikan dari pengalaman hidup Ahmad Fuadi. Negeri 5 Menara adalah salah satu novel Indonesia yang naskahnya sudah diterjemahkan dan diterbitkan di negara lain, yakni Malaysia.

Buku ini bercerita tentang kehidupan Alif setelah lulus dari pondok pesantren Pondok Madani. Meski bersekolah di sekolah agama, Alif tidak menghapus mimpinya untuk belajar di perguruan tinggi. Tantangan pertama yang harus dihadapi Alif adalah kenyataan bahwa ia tidak memiliki ijazah SMA karena Pondok Madani tidak mengeluarkan ijazah SMA. 

Belum lagi ia harus melawan ribuan orang dalam memperebutkan kursi UMPTN. Bagaimana nasib Alif selanjutnya? Akankah ia hanya berpangku tangan meratapi nasib yang tak kunjung kasihan terhadap dirinya?

Ranah 3 Warna mewakili tiga negara yang berbeda yang dijajaki oleh Alif bersama Si Hitam –sepatu kesayangannya-. Ketiga negara itu disimbolkan dalam kover buku Ranah 3 Warna. Indonesia disimbolkan dengan rerumputan mewakili tanahnya yang kaya akan humus. Yaman disimbolkan dengan pasir yang mewakili gersangnya daerah gurun, dan terakhir Kanada disimbolkan dengan guguran daun maple merah yang juga menjadi simbol bendera Kanada.

Opini saya pribadi, buku ini sangat cocok dibaca ketika kekurangan semangat hidup, dan sangat tidak cocok untuk orang-orang yang berniat bunuh diri -_____- *kalo baca ini bunuh dirinya kemungkinan besar batal

Kenapa oh kenapa? Karena mantra “Man shabara zhafiraa” benar-benar terbukti. Setelah membaca buku ini kita akan menyadari bahwa ada kemudahan bersama dengan kesulitan yang kita temui.

Kekurangan dalam buku ini adalah ceritanya terlalu cepat. Petualangan melintasi tiga negara tampaknya tidak cukup dituang ke dalam satu buku. Overall buku ini tres bien! Untuk level novel lokal, nama Ahmad Fuadi masih bisa jadi jaminan sebuah karya. 

Man shabara zhafiraa – Siapa yang bersabar akan beruntung

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)