Afghanistan dan Kemanusiaan


Judul : The Kite Runner
Penulis : Khaled Hosseini

Penerbit : Qanita

Jenis Novel : Novel Terjemahan, Fiksi

Cetakan : I : Februari 2008

Tebal Buku : 490 halaman
ISBN : 978-979-3269-75-7

Amir telah mengkhianati Hassan, satu-satunya sahabatnya, saudaranya. Rasa bersalah yang kini menghantuinya. Menyingkirkan Hassan dari kehidupannya adalah pilihan tersulit yang harus diambilnya.


Namun setelah Hassan pergi, tak ada lagi yang tersisa dari masa kecilnya. Sepeti layang-layang putus, sebagian dari dirinya terbang bersama angin. Tetapi, masa lalu yang telah terkubur dalam-dalam pun senantiasa menyeruak kembali. Hadir membawa luka-luka lama. Dan seperti rapuhnya layang-layang, tak kuasa menahan badai, Amir harus menghadapi kenangannya yang mewujud kembali.


The Kite Runner adalah sebuah kisah penuh kekuatan tentang persaudaraan, kasih saying, pengkhianatan dan penderitaan. Khaled Hosseini dengan brilian menghadirkan sisi-sisi lain Afghanistan, negeri indah yang hingga kini masih menyimpan duka. Di tengah belantara puing Kota Kabul, akankan Amir menemukan kebahagiaan yang kelak menyapu kesedihannya?

Seperti yang tertulis di atas, Khaled Hosseini is a damn good writer!

Menurut saya pribadi, ini adalah salah satu buku yang menyajikan penderitaan dan kepedihan dalam bingkai keindahan. Khaled Hosseini menyajikan konflik yang sangat menyentuh dengan latar yang menawan. Kekuatan latar dalam buku ini sangat kuat, sehingga mampu menyajikan gambaran detil dalam setiap peristiwa.

Jalan ceritanya nyaris sempurna, pemilihan kalimat yang begitu indah dan detil latar Afghanistan yang begitu cantik. Penggambaran kota Kabul yang menyimpan berjuta pesona mengundang decak kagum para pembaca. Merupakan buku wajib bagi Anda yang gemar dengan buku tentang persahabatan dan kemanusiaan yang kental. Novel mengharukan yang niscaya mampu menyentuh hati Anda. A must read!

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Perjuangan Seorang Nelayan Tua


Judul : Lelaki Tua dan Laut
Penulis : Ernest Hemingway

Penerbit : Serambi

Jenis Novel : Novel Terjemahan, Fiksi

Cetakan : I : Mei 2009 (Indonesia)

Tebal Buku : 145 halaman

ISBN : 978-979-024-147-3


Novel memukau yang membangkitkan optimisme ini adalah karya terbaik Ernest Hemingway, pengarang legendaris Amerika dan pemenang Hadiah Nobel Sastra 1954, sekaligus novel terakhirnya yang terbit semasa hidupnya.


Lelaki Tua dan Laut (The Old Man and the Sea) berkisah tentang perjuangan luar biasa seorang nelayan tua Kuba yang seorang diri berusaha menangkap ikan marlin raksasa jauh di laut lepas setelah sebelumnya gagal menangkap seekor ikan pun selama 84 hari dan persahabatannya dengan seorang anak lelaki. Perjuangan pantang menyerah sang lelaki tua dalam mencapai tujuannya mengajarkan kepada kita betapa kesabaran, ketabahan, dan kegigihan dalam mengarungi cobaan hidup tak akan berakhir sia-sia.

Novel yang asyik dibaca ini ditulis Hemingway saat tinggal di Kuba dan berhasil menyabet Hadiah Pulitzer 1953 untuk kategori fiksi serta Award of Merit Medal for Novel dari American Academy of Letters, sekaligus mengantarkannya meraih Hadiah Nobel Sastra. Sedemikian populernya novel menyentuh ini sehingga berkali-kali difilmkan dan terus dibaca orang di berbagai penjuru dunia hingga saat ini.

Sinopsis belakang buku ini sudah menggambarkan sebagian besar cerita kan?

Opini saya pribadi, buku ini bagus dan sangat sederhana. Bagaimana Santiago (tokoh utama) sang nelayan tua selama berhari-hari di laut, pantang menyerah meskipun sekujur badannya sudah sangat lelah menghadapi ikan yang sangat besar merupakan metafora lain tentang perjuangan hidup manusia.

Ernest Hemingway berhasil menerjemahkan nilai-nilai perjuangan dan kesabaran akan menuntun kita menuju hal yang baik. Bahwa setiap cobaan hidup bukanlah hal yang sia-sia, ia terasa manis ketika kita berhasil melewatinya. Pergulatan Santiago dengan dirinya sendiri di tengah laut melukiskan pergolakan batin yang selalu ada dalam setiap diri manusia sepanjang hidupnya.

Satu lagi, buku ini membuat saya doyan makan ikan. =)

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Persamaan Hak Hitam dan Putih

Judul : To Kill A Mockingbird
Penulis : Harper Lee

Penerbit : Qanita
Jenis Novel : Novel Terjemahan, Fiksi
Cetakan : I : Maret 2006
Tebal Buku : 533 halaman
ISBN : 978-979-3269-78-8

To Kill A Mockingbird adalah satu-satunya karya Harper Lee yang diterbitkan dan menjadi karyanya yang sangat fenomenal. Tercatat sebagai Novel Terlaris Sepanjang Masa versi Guiness Book of World Records sejak diterbitkan di dunia tahun 1960.

Bercerita dari sudut pandang Scout Finch, seorang anak tomboy yang hidup di lingkungan Alabama, Amerika Serikat. Scout hidup bersama ayahnya Atticus Finch dan Jem Finch, kakaknya.

Atticus Finch adalah seorang pengacara sederhana yang disegani di lingkungan masyarakatnya. Kondisi keluarga Finch berubah total ketika Atticus memutuskan untuk membela Tom Robinson, seorang negro miskin yang dituduh memperkosa Mayella Ewell. Ayahnya, Bob Ewell bersaksi bahwa ia melihat Tom memperkosa Mayella.

Setting novel ini adalah masa ketika isu rasis antara warga kulit hitam dengan kulit putih sedang marak. Dengan keputusan Atticus yang tetap bersikukuh bahwa Tom tidak bersalah, maka kehidupan mereka berubah total. Jem dan Scout seringkali diejek oleh teman-temannya sebagai nigger lover (pecinta negro). Dalam buku ini, digambarkan bahwa masyarakat menganggap orang berkulit hitam adalah sampah masyarakat.

Namun demikian, Atticus dalam persidangan sebagai pengacara Tom Robinson berhasil memukau dengan argumentasinya membela kliennya. Dalam periksa silang yang dilakukan, seluruh bukti menyatakan bahwa Tom tidak bersalah. Namun demikian, hakim berkehendak lain. Tom tetap dinyatakan bersalah dan divonis hukuman penjara.

Jem dan Scout yang menyaksikan persidangan tidak mengerti bagaimana seseorang yang tidak bersalah tetap dijatuhi hukuman. Alasannya hanya satu, karena Tom adalah seorang negro. Tom Robinson akhirnya mati tertembak ketika mencoba kabur dari penjara.

Atticus mengajarkan Scout tentang nilai-nilai kehidupan. Bahwa bagaimanapun, seorang kulit hitam juga manusia, dan berhak mendapatkan hak yang sama dengan kulit putih.

Judul novel ini diambil dari ucapan Atticus ketika melihat mockingbird. Dalam budaya mereka, membunuh mockingbird adalah dosa besar, karena mockingbird diciptakan untuk bernyanyi menghibur manusia dan tidak pernah membawa kerusakan. Mockingbird adalah metafora untuk menggambarkan Tom Robinson yang seolah ‘dibunuh’ haknya hanya karena dia negro.

To Kill a Mockingbird tercatat sebagai novel terlaris di dunia sejak dirilis tahun 1960. Terjual lebih dari 30 juta kopi di seluruh dunia. Berkat kisah indahnya, Harper Lee memenangkan Pulitzer Awards 1961 dan dianugrahi Presidential Medal of Freedom 2007.

Novel ini telah diangkat menjadi sebuah film, dan mendapat anugrah Film Terbaik Sepanjang Masa untuk genre Drama Pengadilan oleh The American Film Institute.

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Lembar Pertama

Assalamu’alaikum wr. wb

Ini adalah posting pertama dari blog terbaru saya, Kotak Buku Delmar. Blog lama saya, Lembar Mimpi Delmar insyaAllah akan tetap aktif

Blog ini hanyalah buah dari niat iseng untuk kembali aktif di dunia blogging dengan tema yang baru. Berhubung yang paling bisa saya ulas hanya buku, jadilah blog ini Kotak Buku Delmar. Dan buku-buku yang saya ulas di sini belum tentu baru semuanya loh, jadi jangan kecewa kalo saya malah ngulas buku-buku lama, yah namanya juga nguprek-nguprek koleksi buku.

Semoga blog ini akan tetap aktif (tidak) seperti pendahulunya. Amin

Salam blogger!

POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Writing is never about knowing, it is about caring and sharing :)